<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STUDI KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL UNTUK ANAK PADA RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS DI DAERAH DEPOK DAN BANDUNG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bryan Mario</mods:namePart><mods:namePart type="family">Isakh</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ida Diana</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ully Adhie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mulyani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai UN Millenium Development Goal 4, yaitu menumnkan angka kematian anak, namun belum diketahui bagaimana data ketersediaan obat-obat esensial untuk anak di Indonesia. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan obat adalah distribusi obat, harga obat, pemilihan obat, pengadaan obat, efektifitas obat dan harga obat. Namun pada beberapa fasilitas kesehatan, kebijakan instansi juga memegang peranan yang cukup penting, dan pemilihan formularium yang tepat. WHO pada tahun 2007 telah mengeluarkan model list of essential medicines for children yang berisikan daftar obat-obat esensial yang perlu disediakan untuk anak-anak. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat Bagaimana gambaran ketersediaan obat esensial untuk anak di rumah sakit pemerintah, swasta dan puskesmas di daerah Depok dan Bandung. Penelitian ini menggunakan sampel beberapa Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta di wilayah Depok dan Bandung. Dari hasil analisa kuesioner obat esensial menurut daftar yang dikeluarkan WHO diperoleh bahwa rata-rata ketersediaan obat esensial di RS dan Puskesmas di daerah Depok dan Bandung adalah 37,O %. Jadi masih kurang dari 40% ketersediaan obat esensial untuk anak di RS dan Puskesmas di daerah Depok dan Bandung dengan dahr obat esensial untuk anak yang dikeluarkan oleh WHO. Salah satu faktor yang kemungkinan mempengaruhi rendahnya kesesuaian antara ketersediaan obat esensial untuk anak dengan daftar dari WHO adalah karena jenis penyakit di daerah tropik, khususnya Indonesia kemungkinan berbeda dengan jenis penyakit pada negara lain. Hal lain yang juga mempengaruhi adalah adanya intervensi pemerintah atau Direksi dalam proses pengadaan obat. Maka perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam untuk melihat masalah ini lebih lanjut, dan perlu dibuat Peraturan Menteri Kesebatan untuk pengadaan obat esensial khusus untuk anak.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2009</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>