%0 Report %9 Project Report %A Suharmiati %A Maryani, Herti %D 2010 %F bkpkkemkes:2733 %K penggunaan obat, penderita TBC %T HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA TUBERKOLOSIS BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI INDONESIA %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2733/ %X Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa penderita TB paru yang mendapatkan Kombipak/FDC cukup tinggi, dan sebagian besar responden mendapatkannya dari puskesmas. Penderita TB diagnosis yang mendapatkan pengobatan sampai selesai selama 6 bulan atau lebih cukup tinggi dan fasilitas kesehatan yang banyak dimanfaatkan adalah RS Pemerintah atau puskesmas. Berdasarkan karakteristik, penderita TB diagnosis yang mendapatkan kombipak/FDC lebih dari 6 bulan di rumah sakit pemerintah, sebagian besar berusia antara 25 - 34 tahun, laki-laki Iebih banyak dibandingkan perempuan, sebagian besar tamat SD, sebagian besar responden masing-masing tidak bekerja atau sebagai wiraswasta, dengan tingkat pengeluaran rata-rata perbulan tinggi (kuintil 4). Responden yang mendapatkan kombipak/FDC lebih dari 6 bulan dari puskesmas, sebagian besar penderita TB diagnosis berusia antara 25 - 34 tahun, laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, sebagian besar tamat SD, bila dilihat dan pekerjaan utama responden maka sebagian besar responden adalah petani, dengan tingkat pengeluaran rata-rata perbulan keluarga rendah (kuintil 1 sampai dengan 3). Dari hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan hasil bahwa penderita TB paru diagnosis yang mempunyai pendidikan rendah mempunyai kecenderungan 0,649 kali menggunakan kombipak/FDC selama > 6 bulan dibanding dengan yang mempunyai pendidikan tinggi.