%0 Report %9 Project Report %A Raharni %D 2010 %F bkpkkemkes:2745 %K neonatal, kehamilan, persalinan ibu %T KEMATIAN NEONATAL BERDASARKAN KONDISI KEHAMILAN DAN PERSALINAN IBU DI INDONESIA %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2745/ %X Kematian neonatal terdiri atas kematian neonatal dini dan kematian neonatal lanjut. Kematian neonatal dini merupakan kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup dalam 7 hari setelah kelahiran, sedangkan kematian neonatal lanjut merupakan kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup lebih dari 7 hari sampai kurang 29 hari. Angka kematian neonatal adalah jumlah kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup. Kematian neonatal (bayi umur 0-28 hari) merupakan 213 dari kematian bayi. Kematian neonatal dini/perinatal (bayi umur 0 7 hari merupakan 213 dari kematian neonatal. Untuk mengurangi resiko kematian Neonatal, perlu diietahui terjadinya kematian Neonatal berdasar kondisi kehamilan dan persalinan Ibu beserta faktor faktor penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil kematian Neonatal berdasar kondisi kehamilan dan persalinan berdasar data Riskesdas 2010. Penelitian ini menggunakan desain potong Sintang, dengan menggunakan data riskesdas 2010. Dari hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut Dari 163 kematian neonatal, sebagian besar merupakan kematian neonatal dini (0-7 hari kelahiran) sebanyak 144 (88,6%). Kematian Neonatal sebagian besar terjadi pada usia ibu saat melahirkan sudah cukup dewasa yaitu kelompok umur 18-34 tahun, tetapi sebagian besar dengan tingkat pendidikan rendah dan sedang yaitu 53% dan 43%. Kematian neonatal sebagian besar terjadi pada jarak kelahiran dengan kelahiran sebelumnya < 12 bulan sebanyak 100 (61,3%). Kematian neonatal prosentasinya berimbang antara ibu yang bekerja dm ibu tidak bekerja. Dilihat dari berat badan bayi antara < 2500 gram dan >2500 gram prosentasenya hampir berimbang yaitu 27%-29%. Akan tetapi sebanyak 99 (60,8 %) kematian neonatal berat badannya tidak diietahui. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara neonatal dini dan neonatal lanjut baik menurut demografi ibu, karakteristik bayi, maupun status ekonomi.