<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PREVELENSI PENYAKIT HIPERTENSI PENDUDUK DI INDONESIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERESIKO</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Sarwanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lestari Kanti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wiludjeng</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Rukmini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan analisis prevelensi penyakit hipertensi penduduk Indonesia umur 15 tahun ke atas dan faktor-faktor yang beresiko. Analisis ini memanfaatkan data Riskesdas 2007-2008 dan Susenas Ko 2007. Variabel-variabel yang dianalisis meliputi: 1. lingkungan sosial ekonomi &amp; individu (umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, kawasan tempat tinggal, kelas sosial ekonomi). 2. Perilaku berisiko (merokok, alkohol, konsumsi serat, aktivitas fisik, makanan berisiko). 3. Obesitas/Indeks Masa Tubuh (IMT). 4. Kesehatan mental.      Analisis dilakukan secara diskriptif dan analitik, khususnya prevalensi hipertensi penduduk umur 15 tahun ke atas, faktor perilaku berisiko, IMT, dan kesehatan mental kaitannya dengan hipertensi menurut lingkungan sosial ekonomi dan karakteristik individu. Dilakukan analisis regresi logistik untuk melihat hubungan faktor perilaku berisiko, IMT dan kesehatan mental terhadap kejadian hipertensi dan faktor mana yang paling dominan.      Hasil menunjukkan bahwa atas dasar pengukuran tekanan darah yang dilakukan,34.9% penduduk Indonesia terkena hipertensi. Prevalensi terbesar terdapat di propinsi Kepulauan Riau sebesar 45.0%, terkecil di Papua (24.7%) Dilihat menurut kawasannya, Jawa Bali paling besar prevalensinya (22.24%), dan terkecil di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebesar 6.06%. Berdasarkan diagnosa tenaga kesehatan (hasil wawancara) prevalensi hipertensi di Indonesia hanya 7.4%, sedangkan secara individu yang merasa yakin terkena hipertensi kemudian minum obat hipertensi 0.3%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WG 200-460 Heart. Heart Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2008</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>