%X Epidemi HIV/AIDS di Indonesia sudah berlangsung selama lebih dari 15 tahun dan diduga masih akan berkepanjangan karena masih terdapatnya faktor-faktor yang memudahkan penularan penyakit ini. Dua cara penularan infeksi HIV saat ini adalah melalui hubungan seks yang tidak aman, heteroseksual 42,8% dan homoseksual 3,8% serta melalui penyalahgunaan Napza suntik sebanyak 49,2%. Upaya pencegahan dilakukan melalui pendidikan dan penyuluhan masyarakat terutama ditujukan pada populasi berisiko yang mudah menyebarkan penyakit. Penularan dan penyebaran HIV/AIDS sangat berhubungan dengan perilaku berisiko. Oleh karena itu penanggulangan harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku tersebut. Tujuan analisis ianjut ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan komprehensif dan sikap terhadap HIV/AIDS pada kelompok usia sekolah dan wanita usia subur di provinsi dengan prevalensi HIV/AIDS tinggi dan provinsi dengan prevalensi HIV/AIDS rendah di Indonesia tahun 2007. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kelompok usia sekolah dan wanita usia subur mernpunyai pengetahuan komprehensif yang kurang tentang HIV/AIDS. Responden usia sekolah dan wanita usia subur dengan sikap yang baik dan kurang cenderung lebih banyak tidak melakukan pengucilan terhadap penderita HIV/AIDS. Ada perbedaan pengetahuan komprehensif dan sikap terhadap HIV/AIDS pada kelompok usia sekolah dan wanita usia subur di provinsi prevalensi HIV/AIDS tinggi dan provinsi prevalensi HIV/AIDS rendah. %I Pusat Penelitian dan Pengembangang Sistem dan Kebijakan Kesehatan %L bkpkkemkes2767 %A Tri Juni Angkasawati %A Andryansyah Arifin %A Zainul Khaqiqi %D 2008 %T PENGETAHUAN KOMPREHENSIF DAN SIKAP TERHADAP HIV/AIDS PADA KELOMPOK USIA SEKOLAH (USEK) DAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DI INDONESIA TAHUN 2007 %K pengetahuan komprehensif dan sikap, HIV/AIDS, kelompok usia sekolah, wanita usia subur