<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>BEBAN EKONOMI KELUARGA PENDERITA DISABILITAS FISIK BERDASARKAN FAKTOR SOSIAL, PERSONAL DAN BUDAYA (Studi Kasus Belum Biaya yang Dikeluarkan Penderita Stroke di RSUD Sampang, Tabanan, Surakarta)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Didik</mods:namePart><mods:namePart type="family">Budijanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wahyu Dwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Astuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Dari hasil peneiitian dapat disimpulkan bahwa:     1. Beban biaya perawatan penderita stroke sebagian besar berkisar antara 2 juta - 4 juta rupiah di RSUD Tabanan, sedangkan RSUD Surakarta berkisar antara 1 juta - 2 juta. Di RSUD Sampang tidak dapat dijadikan acuan karena tidak mempunyai dokter spesialis syaraf.     2. Beban biaya sarana penderita stroke di RSUD Tabanan sebagian besar dibawah 500.000 rupiah, sedangkan di RSUD Surakarta antara 1 juta - 2 juta.     3. Beban biaya total penderita stroke di RSUD Tabanan sebagian besar berkisar antara 2 juta - 4 juta, sedangkan di RSUD Surakarta 1 juta - 2 juta.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WM 140-167 Mental Disorders. Diagnosis. Behavioral Symptoms</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2003</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>