<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STRATEGI PEMASARAN DENGAN KOMUNIKASI TERPADU KLINIK KHUSUS (VIP SPESIALIS TERPADU) RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT DI SURABAYA DAN JEMBER TAHUN 2003</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Made Asri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Budisuari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wasis</mods:namePart><mods:namePart type="family">Budiarto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wahyu Dwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Astuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Komunikasi Pemasaran Terpadu terdiri dari Komunikasi Pemasaran Internal, Interaktif dan eksternal. Penelitian ini membahas tentang Komunikasi Pemasaran Internal, dan komunikasi Pemasaran Interaktif. Masalah pada Klinik Gigi Khusus RSGM adalah kurangnya pemanfaatan pada Klinik tersebut. Masalah tersebut diduga disebabkan oleh kurangnya komunikasi internal dan interaktif, organisasi belum mengkomunikasikan tujuan organisasi kepada petugas, sehingga petugas belum memberikan informasi kepada pengguna jasa. Tujuan penelitian adalah Upaya Peningkatan Komunikasi Pemasaran Internal di Klinik Khusus RSGM. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah tersebut adalah faktor organisasi, pasien, dan lingkungan. Dalam penelitian ini yang diteliti adalah faktor pasien dan organisasi, faktor lingkungan tidak diteliti. Pengguna jasa yang datang ke klinik ini diamati mulai dari mendapat pelayanan sampai selesai dilayani, setelah itu diwawancara oleh peneliti dengan kuesioner. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara kepada responden (pengguna jasa, direktur, manajer, koordinator, provider, petugas). Data sekunder diambil dari laporan klinik. Seluruh kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Febuari sampai Desember 2003. Dan data yang terkumpul dianalisis variabel yang mempengaruhi komunikasi pemasaran internal, yang bermasalah maupun yang tidak, selanjutnya dianalisis komunikasi pemasaran internal yang berpengamh terhadap organisasi, kemudian direkomendasikan upaya komunikasi pemasaran internal di Klinik Khusus RSGM. Hasil penelitian: pada variabel komunikasi vertikal medik dari direktur ke manajer dan sebaliknya, kurang bejalan baik, variabel komunikasi vertikal non medik: dari manajer ke koordinator infomasinya tidak jelas, koordinator tidak mempunyai waktu melaksanakan tugas, koordinator tidak ikut menyusun SOP, variabel komunikasi horisontal non medik: belum ada: job discription, dan sistem shift provider. Saran: melakukan survei pasar, melaksanakan komunikasi pemasaran internal dengan cara: menyusun perencanaan, SOP, job discription, dan menentukan target pemanfaatan klinik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">W 74-80 Medical Economics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2003</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>