<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGEMBANGAN MODEL SELF SIMPLE DIAGNOSTIC PELAYANAN KESEHATAN GIGI DENGAN PERAN SERTA KADER KESEHATAN POSYANDU (TAHAP I)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Niniek L.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratiwi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Herti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Maryani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Turniani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Laksmiarti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mempakan penelitian pengembangan model self simple diagnostic, dimana pada tahap I merupakan tahap eksplorasi untuk memperoleh model hipotetik yang diperlukan dan sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan. Pengembangan model ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan peran serta kader kesehatan posyandu dalam upaya promotif, preventif, dan deteksi karies, karang gigi pada kelompok sasaran posyandu ibu hamil kesehatan gigi dan mulut. Tahap eksplorasi ini dilakukan di daerah studi untuk dipakai sebagai pengembangan yaitu di kecamatan Gondang Wetan dan Nguling Kabupaten Pasuman.      Hasil eksplorasi dengan wawancara mendalam tentang analisis task, curiculum kader dalam peranannya sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan didapatkan bahwa pada umumnya kader berpendidikan tamat sekolah dasar 61,1% responden, tamat SLTP 27,8%. Pada umumnya kader telah memperoleh beberapa pelatihan tentang revitalisasi 23,1% responden, cara pengisian kartu menuju sehat (KMS) 30.8%. cara pencatatan dan pelaporan posyandu 23.1% responden, kesehatan Usila 15,4%, penyakit Ispa 7,7% responden. Sedangkan kader kesehatan yang telah memperoleh pembinaan dari petugas kesehatan puskesmas bempa pembinaan: tumbuh kembang balita 13,3% responden, perkembangan usia anak 8,7%, dan JPKM 8.7% responden. Kepesertaan kader dalam model ini menyatakan kesanggupan dengan pertimbangan bahwa agar dapat menambah pengetahuan 61.1% dan dapat meningkatakan kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi.      Model hipotetik yang disepakati bersama merupakan suatu model penjaringan berlapis deteksi kasus karies, karang gigi oleh kader kesehatan yang terintegratif dengan petugas kesehatan gigi puskesmas dan masyarakat sasaran posyandu. Model hipotetik ini diharapkan dapat di uji cobakan terlebih dahulu, kemudian diperlukan suatu evaluasi dari pelaksanaannya agar dapat dikembangkan di daerah lainnya di Indonesia.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA 525-590 Health Administration and Organization</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>