TY - RPRT TI - TINGKAT UTILITASI MRI DALAM RANGKA PENYUSUNAN KEBIJAKAN TENTANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI MAGNETIC RESONANCE IMAGING N2 - Magnetic resonance imaging (MRI) mulai digunakan di Indonesia tahun 1990 sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. MRI diagnostik yang berteknologi canggih memerlukan biaya investasi dan biaya operasional sangat tinggi. Biaya tersebut bila tidak diimbangi dengan utilisasi yang tinggi akan mengakibatkan biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung penderita menjadi tinggi. Tujuan dari studi ini menganalisis penyebaran MRI di Indonesia, mengidentifikasi sumber biaya dan biaya pemeriksaan MRI; membandingkan pola utilisasi MRI RS pemerintah dengan swasta' dan melakukan assessment tentang kebijakan yang berlaku tentang penggunaan MRI di Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner yang berstruktur dan wawancara mendalam. Hasil studi menunjukkan bahwa dari 8 unit MRI di Indonesia 5 (62.5%) unit terpasang di Jakarta, yaitu rumah sakit Pemerintah, rumah sakit BUMN dan rumah sakit swasta. Sedangkan lainnya berada di rumah sakit swasta Bandung 12.5%, rumah sakit swasta Jogjakarta 12.5% dan di non rumah sakit Surabaya 12.5%. Medan magnit yang berkekuatan rendah (<0.5 Togla) ada 5 (62.5%) unit dan yang berkedudukan sedang (0.5-1.0 Tegla) berjumlah 3(37.5%). AV - none Y1 - 1998/// M1 - project_report UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2843/ A1 - Dwi Astuti, Wahyu A1 - Budijanto, Didik A1 - Wijono, Tjipto A1 - Soekanto KW - tingkat utilitas MRI KW - penyusunan kebijakan KW - pemanfaatan teknologi MRI PB - Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Surabaya ID - bkpkkemkes2843 ER -