relation: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2854/ title: PENERAPAN MODEL UPAYA PENINGKATAN POLINDES DI DAERAH TERPENCIL (TAHAP I) creator: Ristrini creator: Soemartono creator: Budiarto, Wasis creator: Arifin, Andryansyah subject: WA 525-590 Health Administration and Organization description: Dari beberapa bahasan di atas dapatlah diberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Keadaan pelayanon kesehatan maternal di daerah terpencil banyak dilakukan oleh bidan di desa dan dukun. Pemeriksaan kehamilan dan pasca persalinan dilakukan di posyandu dan jarang sekali dilaksanakan di polindes. 2. Kemampuan bidan di desa yang diukur dari pengetahuannya dalam pelayanan kesehatan maternal masih kurang memadai, khususnya aspek-aspek yang berkaitan dengan pertolongan kegawatdaruratan obstetri. 3. Persalinan yang ditolong bidan di desa daerah terpencil cukup baik, tetapi pertolongan persalinan di polindes sangat kecil sekali walaupun semua masyarakat tahu keberadaan polindes. 4 . Masalah biaya tampaknya bukan merupakan acuan untuk meminta pertolongan polindes atau dukun bayi. 5. Model polindes daerah terpencil dilandasi prinsip peningkatan akses terhadap polindes, dengan melakukan jemput bola dan mendekatkan polindes ke ibu hamil dengan risiko. publisher: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Surabaya date: 1998 type: Monograph type: NonPeerReviewed identifier: Ristrini and Soemartono and Budiarto, Wasis and Arifin, Andryansyah (1998) PENERAPAN MODEL UPAYA PENINGKATAN POLINDES DI DAERAH TERPENCIL (TAHAP I). Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Surabaya.