<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Rekonfirmasi Pes pada Tikus Silvatik di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah (Laporan Penelitian)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Jarohman</mods:namePart><mods:namePart type="family">Raharjo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wijayanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Agung Puja</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kesuma</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dian Indra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dewi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nuri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Alfinu</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pes merupakan zoonosis pada tikus yang dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan pinjal Xenopsylla cheopsis maupun Styvalius cngnatus yang mengandung Yersinia pestis. Saiah satu daerah fokus pes di Indonesia adalah Kecamatan Selo dan Cepogo Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah, jenis dan keberhasilan penangkapan tikus (succes trap), mengidentifikasi adanya bakteri Yersinia pestis pada roden dan pinjal secara bakteriologis dan serologis, mengidentifikasi spesies pinjal tertangkap untuk menentukan indeks pinjal khusus dan indeks pinjal umum, mengetahui karakteristik lingkungan penangkapan tikus. Penelitian merupakan survei deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua tikus dan pinjal yang ada di Kecamatan Selo dan Cepogo. Sampel adalah tikus dan pinjal yang berhasil ditangkap di dua kecamatan tersebut.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikus yang tertangkap di Kecamatan Selo Boyolali 184 ekor (trap succes 4.6 %) , Kecamatan Cepogo Sleman 49 ekor (trap succes 2,45 %). Diperoleh 6 jenis tikus yang ditemukan Rattus exulans, Rattus tiomanicus. Niviventer fiilvescen, Maxomis surifer, Mus fuleani dan Rattus tanezumi. Sebagian besar jenis tikus yang ditemukan terinfeksi pinjal. Spesies pinjal yang ditemukan Xenopsylla cheopsis dan Styvalius cognatus. Indeks Pinjal Umum Dusun Selo Duwur sebesar 3,46; Gebyok sebesar 3,69; Jarakan sebesar 3,00 dan Pagersari sebesar 3,60. Indeks pinjal khusus Xenopsylla cheopis Dusun Selo Duwur sebesar 0,06 dan Pagersari sebesar 0,05. Sedangkan indeks pinjal khusus Slavilus cognatus Dusun Selo Duwur sebesar 3,41; Gebyok sebesar 3,69; Jarakan sebesar 3,00 dan Pagersari sebesar 3,55. Hasil uji serologis maupun bakteriologi pada sampel tikus, tidak menunjukkan positif Yersinia pestis. Karakteristik lingkungan daerah silvatik dan perisilvatik dengan tanaman dominan adalah tanaman keras, semak /rumput liar, bambu, sayuran (muncang,wortel) dan tembakau.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QX 500-675 Insects. Other Parasites</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Banjarnegara</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>