TY - RPRT M1 - technical_report AV - restricted TI - Potensi Neuroproteksi Sel Punca Mesenkim Jelli Wharton (SPM-WJ) dan Stemcell from Human Exfoliated Deciduous (SHED) pada Kerusakan Neuron Akibat Induksi Glutamat. ID - bkpkkemkes2987 CY - Jakarta A1 - Rif?ati, Lutfah A1 - Susilarini, Ni Ketut A1 - Nikmah, Uly Alfi A1 - Zainuri, Masagus A1 - Dany, Frans UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2987/ Y1 - 2015/12// N2 - Kematian sel saraf adalah masalah utama dalam berbagai penyakit saraf, seperti stroke, epilepsi, Alzheimer, Parkinson, sklerosismultipel, Huntington, dan penyakit saraf lainnya. Hal ini terjadi akibat apoptosis pada sel neuron yang dipicu oleh aktivitas reseptor glutamat yang berlebihan dan kekurangan faktor neurotropik. Faktor neurotropik berperan dalam proses survival sel neuron, sehingga penurunan kadar faktor neurotropikmenginisiasi apoptosis selsaraf. Rendahnya potensi regenerasi sistem saraf pusat memberikan tantangan dalam pengembangan strategi terapi baru berbasis sel punca. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi neuroproteksi sel punca mesenkim dari Wharton?s Jelly (SPM-WJ) dan stemcell from human exfoliated deciduous (SHED) pada kerusakan neuron akibat induksi glutamat. Penelitian dilakukan di Laboratorium Stem Cell Pusat Biomedisdan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbang Kesehatan, sedangkan pengambilan sampel dilakukan di RSIA Bunda IRSI dann FKG UI. Pada penelitian ini isolasi SPM-WJ dan SHED dilakukan dengan metode eksplan, sedangkan isolasi sel punca neuron (neuron progenitor cell/NPC) dilakukan secara enzimatik menggunakan enzim papain serta shorting untuk mendapatkan NPC dengan kemurnian yang tinggi. Induksi glutamat dilakukan pada NPC untuk menstimulasi terjadinya apoptosis, kemudian dilakukan kultur bersama (co-culture) dengan SPM-WJ dan SHED untuk mengetahui tingkat neuroproteksi kedua sel punca tersebut. Tingkat neuroproteksi dilakukan dengan melakukan pemeriksaan viabilitas, GABA, GABRA dan NMDAR pasca co-culture. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa viabilitas paska induksi glutamat menunjukkan terjadinya apoptosis serta terjadi peningkatan viabilitas paska co-culture. Data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sel punca SHED mampu mensekresikan neurotropik sehingga mampu memproteksi neuron dari kerusakan (apoptosis) akibat induksi glutamat dibandingkan SPM-WJ. Kata kunci : SPM-WJ, SHED, glutamat, apoptosis, neuroproteksi PB - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan KW - sel punca KW - mesenchymal stromal cells KW - wharton jelly KW - induksi glutamat ER -