relation: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3087/ title: EKSPLORASI PENGETAHUAN LOKAL ETNOMEDISIN DAN TUMBUHAN OBAT BERBASIS KOMUNITAS DI INDONESIA PROVINSI PAPUA BARAT creator: Mujahid, Rohmat creator: Nurindra, Rohmansyah W subject: QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics description: RINGKASAN EKSEKUTIF Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat Berbasis Komunitas di Indonesia, yang selanjutnya disebut Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA), merupakan riset pemetaan pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan tumbuhan obat berbasis komunitas yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kesehatan pada tahun 2017. Riset ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan informasi terkait data tumbuhan obat dan ramuan tradisional yang digunakan oleh setiap etnis di Indonesia. RISTOJA bertujuan mendapatkan basis data pengetahuan etnofarmakologi, ramuan obat tradisional (OT) dan tumbuhan obat (TO) di Indonesia. Data yang dikumpulkan meliputi : karakteristik informan, gejala dan jenis penyakit, jenis-jenis tumbuhan, kegunaan tumbuhan dalam pengobatan, bagian tumbuhan yang digunakan, ramuan, cara penyiapan dan cara pakai untuk pengobatan, kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan TO dan data lingkungan RISTOJA 2017 dilaksanakan di 11 provinsi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi di masing-masing wilayah. Provinsi Papua Barat yang pada pelaksanaan titik pengamatan meliputi 10 etnis yaitu : Waigeo, Aifat, Aitinyo, Tehit, Ayamru, Inanwatam, Sough, Meyah Wamesa dan Wandamen, berhasil mewawancarai 49 informan (hattra) yang terdiri dari 33 orang laki-laki dan 16 orang perempuan; sekitar 30% hattra tidak sekolah/tidak tamat SD. Kemampuan mengobati diperoleh dari warisan orang tua (90%) dan pengalaman; dengan pengalaman lebih dari 10 tahun (92%); hanya 3 orang yang memiliki buku/kitab sebagai rujukan dalam pengobatannya. Umumnya hattra melakukan pengobatan kombinasi antara ramuan TO dan metode lain seperti pijat, doa dan mantra; 30 hattra memiliki murid dengan jumlah kumulatif 80 murid. Terdapat 791 ramuan yang dikelompokkan kedalam 74 jenis kegunaan; kegunaan terbanyak adalah ramuan malaria (75 ramuan); luka terbuka (61 ramuan); pegal/capek (46 ramuan) serta perawatan pra/pasca persalinan (43 ramuan). Informasi tumbuhan obat yang digunakan sejumlah 989, dimana 866 berhasil diidentifikasi yang terdiri dari 272 spesies/jenis. Hampir seluruh bahan yang dibutuhkan untuk membuat ramuan dapat diperoleh dengan mudah di sekitar rumah dan hutan, dan hanya 13 TO yang dibeli dari pasar. publisher: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu date: 2017 type: Monograph type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3087/1/Papua%20Barat.pdf identifier: Mujahid, Rohmat and Nurindra, Rohmansyah W (2017) EKSPLORASI PENGETAHUAN LOKAL ETNOMEDISIN DAN TUMBUHAN OBAT BERBASIS KOMUNITAS DI INDONESIA PROVINSI PAPUA BARAT. Technical Report. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, Tawangmangu.