%0 Report %9 Project Report %A Susilo, Dwi %A Rosavika Kinansi, Revi %A Suryo Prasetyo, Arif %C Salatiga %D 2017 %F bkpkkemkes:3126 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K aedes, LARVA, APOCYNACEAE, Cerbera manghas, buah bintaro, %T Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Aktif Buah Cerbera maghas L terhadap Larva Aedes aegypty. (Risbinkes) (Laporan Penelitian) %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3126/ %X Tumbuhan bintaro (Cebera manghas L.) dapat tumbuh di wilayah dataran tinggi dan dataran rendah. Meskipun telah dilaporkan aktivitas larvasida Aedes Aegypti dari buah bintaro namun hubungan antara aktivitas larvasida dengan tempat tumbuh buah bintaro masih belum diketahui. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida buah bintaro yang tumbuh di dataran rendah dan tumbuh di daerah dataran tinggi terhadap daya bunuh larva Ae Aegypti. Buah bintaro diekstrasi dengan cara maserasi dan kromatografi cair vakum sehingga dihasilkan ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi metanol. Aktivitas larvasida dari ekstrak etanol dan ketiga fraksi buah bintaro diuji aktivitas larvasidanya terhadap larva Ae. Aegypti instar tiga sampai empat untuk mendapatkan nilai LC50 dan LC90. Hasil uji fitkomia dari buah bintaro dari wilayah dataran tinggi dan rendah memiliki kesamaan kandungan senyawa metabolit sekunder, yaitu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, kuinon, kardiak glikosida, triterpenoid, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas larvasida buah bintaro yang berasal dari dataran tinggi dan dataran rendah tidak memiliki perbedaan yang bermakna. Fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas larvasida terhadap Aedes Aegypti tertinggi baik pada buah bintaro yang berasal dari dataran rendah (LC50=0,37 mg/ml dan LC90=0,78 mg/ml). Kandungan metabolit sekunder kedua fraksi teraktif tersebut teridentifikasi sebagai senyawa alkaloid, terpenoid dan kardiak glikosida.