<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Metode Deteksi dan Identifikasi Molekuler Menunjang Pemantauan Berkala Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan dan Pneumonia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Vivi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Setiawaty</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Heriyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Roselinda</mods:namePart><mods:namePart type="family">Roselinda</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar Belakang&#13;
Kasus Influenza Like Illness (ILI) didefinisikan sebagai demam dengan suhu  38.0°C disertai dengan batuk, dengan onset &lt; 7 hari. Kasus ILI dapat disebabkan oleh Virus Influenza yang memiliki sifat mudah berubah dan berpotensi pandemi. Untuk itu pengamatan kasus ILI secara spesifik terhadap Virus Influenza dan karakteristiknya dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian surveilans berbasis&#13;
Laboratorium ini dilakukan pada kasus pasien rawat jalan dari 27 Puskesmas sentinel di 26 Provinsi didanai dengan dana DIPA. Kegiatan ini meliputi pengisian kuesioner, pengambilan swab tenggorok/swab hidung dan pemeriksaan&#13;
laboratorium. Identifikasi Influenza dilakukan dengan pemeriksaan Reverse Transcriptase - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), baik di Laboratorium Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) maupun Laboratorium Regional. Sedangkan, pemeriksaan influenza dengan metode sekuensing serta deteksi virus saluran pernafasan lainnya serta pengembangan primer deteksinya&#13;
dilakukan di Laboratorium Puslitbang BTDK. Selain dengan tehnik molekuler, deteksi virus influenza juga dikembangkan tehnik imunoassay dengan pengembangan monoklonal antibodi.&#13;
Hasil&#13;
Pada tahun 2016, telah diperoleh spesimen dari kasus ISPA sebanyak 4555 kasus. Dari kasus tersebut, sebanyak 20% merupakan kasus Influenza. Virus Influenza yang dominan bersirkulasi adalah Influenza A/H3N2 dan Influenza B. Pola musiman Influenza untuk tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu virus Influenza beredar sepanjang tahun dengan puncak kasus pada musim penghujan.&#13;
Hasil karakterisasi virus influenza menunjukkan bahwa secara molekular virus yang bersirkulasi di Indonesia sesuai dengan virus yang bersirkulasi di dunia. Pada penelitian ini juga dihasilkan beberapa set primer yang digunakan untuk menguji adanya virus infeksi saluran pernafasan lainnya dan beberapa sel hibridoma untuk deteksi virus influenza A.&#13;
Kesimpulan&#13;
Pola musiman influenza Indonesia tahun 2016, dominasi virus yang beredar mengalami perubahan serta diperoleh metode deteksi virus saluran pernafasan selain influenza tahap pertama serta sel hibridoma untuk deteksi virus influenza A secara imunoassay.&#13;
Kata Kunci : Pemantauan berkala, Karakterisasi, Virologi, Influenza</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WF 140-900 Diseases of the Respiratory System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis  dan Teknologi Dasar Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>