<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-05-28T04:25:26Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:3173</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3173/</dc:relation>
        <dc:title>Layanan Obat Bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumatera Selatan</dc:title>
        <dc:creator>Udwan, Darul</dc:creator>
        <dc:creator>Novitha, Irni</dc:creator>
        <dc:creator>Novriadhy, Dian</dc:creator>
        <dc:subject>W 100-275 Medical, Dental, and Pharmaceutical Service Plans</dc:subject>
        <dc:description>Jaminan Kesehatan Nasional secara efektif mulai berlaku semenjak tanggal 1 Januari 2014. Jaminan Kesehatan Nasional mengintegrasikan beberapa jaminan kesehatan yang berlaku di masa lalu. Efek pengintegrasian ini memberikan tantangan bagi fasilitas kesehatan dalam pemberian layanan termasuk didalamnya layanan obat. Penelitian bermaksud untuk mendapatkan gambaran distribusi, pelayanan dan kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional dalam segi layanan obat di RSUD wilayah Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan kerangka kerja usage ability concept. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang dilengkapi dengan kuantitatif di bulan Mei-September 2015 di RSUD Banyuasin dan RSUD Prabumulih. Narasumber penelitian berasal dari petugas RSUD dan pasien sedangkan data kuantitatif digali melalui responden. Sebanyak 66 orang responden digunakan dalam penelitian, dengan informan berasal dari pasien sebanyak 5 orang per RSUD. Temuan penelitian menunjukkan perencanaan persediaan dan pendistribusian obat menjadi kewenangan RSUD dimana peran BPJS Kesehatan dapat dikatakan sangat minim. Jaminan Kesehatan Nasional belum sepenuhnya menjamin ketersediaan obat bagi pesertanya. Efek berantai dari ketidaktersediaan obat mnyebabkan timbulnya tambahan biaya dan menebus obat di lebih satu tempat. Keluhan yang dimunculkan oleh pasien diantaranya lamanya waktu tunggu. Secara keseluruhan, pasien merasa puas dengan pelayanan obat. Disarankan kepada BPJS Kesehatan untuk melakukan evaluasi kemampuan penyediaan obat bagi fasilitas kesehatan yang menjadi mitranya.&#13;
kata kunci: layanan obat, jaminan kesehatan nasional, RSUD, waktu tunggu</dc:description>
        <dc:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan</dc:publisher>
        <dc:date>2015</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>en</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3173/1/LAPORAN%20RISBIN%20Kirim.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Udwan, Darul and Novitha, Irni and Novriadhy, Dian  (2015) Layanan Obat Bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumatera Selatan.  Technical Report. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>