<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Faktor Risiko yang Mempengaruhi Perkembangan Bayi Usia 3-11 Bulan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Anggraeni Puspitasari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yunita Suryaputri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rachmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tumbuh kembang anak berjalan seiring dengan usianya, anak usia dini (dibawah 2 tahun) adalah fase yang paling penting dalam perkembangan. Aspek perkembangan anak juga harus mendapatkan perhatian yang intensif, salah satunya adalah kemampuan motorik pada anak. Tujuan penelitian ini adalah Menilai Faktor risiko yang dapat mempengaruhi perkembangan bayi usia 3-11 bulan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Sampel penelitian ini sebanyak 37 ibu dan bayi usia 3 -11 bulan sebagai kasus yaitu bayi dengan perkembangan&#13;
motrik kasar mengalami keterlambatan perkembangan dan 37 ibu beserta bayi dengan usia sama dan jenis kelamin yang sama dengan perkembangan motorik kasar yang&#13;
normal sebagai kontrol. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain case-control retrospektif, analisis hubungan bivariat menggunakan chisquare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi perkembangan bayi antara lain pekerjaan ayah mempunyai hubungan yang bermakna dengan perkembangan motorik kasar bayi (p value 0,045 OR 4,946), lingkungan pengasuhan anak mempunyai hubungan yang bermakna secara signifikan dengan perkembangan motorik kasar bayi (p value 0,024 OR 3,062), Frekuensi pemberian stimulasi mempunyai hubungan yang bermakana dengan perkembangan motorik&#13;
kasar bayi (p value 0,000 OR 9,568).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 405-460 By Age Groups</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>