<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Deteksi kuman Mycobacterium leprae dengan Metode PCR pada Kasus Baru dan Kontak serta Faktor Risiko Penularan Lepra di Kota Jayapura Tahun 2015.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hana</mods:namePart><mods:namePart type="family">Krismawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Antonius</mods:namePart><mods:namePart type="family">Oktavian</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nury Kridaningsih</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Papua merupakan daerah yang masuk dalam golongan high endemicity penyakit lepra. Tingginya angka kejadian lepra ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam penelitian ini&#13;
dilakukan deteksi Mycobacterium leprae dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pada kasus baru lepra dan pada kontak serumah untuk mempelajari transmisi strain&#13;
M.leprae. Dalam penelitian ini juga diteliti faktor lingkungan dan kadar gula darah yang mempengaruhi penularan M.leprae. Desain penelitian ini adalah penelitian potong lintang dengan rancangan deskriptif. Populasi sampel penelitian adalah 35 orang penderita dan ratarata&#13;
4 orang kasus kontak. Data faktor lingkungan yang diamati meliputi lama tinggal, kepadatan penghuni rumah, dan intensitas pertemuan. Sebanyak 35 kasus dan 107 kontak berhasil direkrut dalam penlitian ini. Hasil deteksi Deteksi&#13;
kuman Mycobacterium leprae pada pasien dan kontak kasus dapat dilakukan menggunakan metode PCR. Penjaringan kasus aktif melalui kunjungan rumah dapat diterapkan PCR pada kasus positif mendapatkan hasil 100% kuman M.leprae berhasil dideteksi sedangkan pada kasus kontak sebanyak 19,62% kontak terdeteksi PCR positif. Faktor risiko yang&#13;
berpengaruh pada penularan kuman M.leprae adalah periode tinggal serumah dengan nilai P sebesar 0.002 dan OR 12,45 (C:1,595-97,20). Deteksi kuman Mycobacterium leprae pada pasien dan kontak kasus dapat dilakukan menggunakan metode PCR. Faktor risiko yang mempengaruhi penularan leprae dalam studi ini adalah periode tingga;l serumah dengan penderita lepra. Periode tinggal serumah lebih dari 1 tahun dengan penderita lepra&#13;
menigkatkan risiko tertular sampai 12 kali.&#13;
Kata kunci: Mycobacterium leprae, deteksi, kontak kasus</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 195-425 Infection. Bacterial Infections</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Papua</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>