<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/33" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/33</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2017-11-14T04:08:27Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/cgi/export/eprint/33/DIDL/bkpkkemkes-eprint-33.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/33/</dc:relation>
        <dc:title>Penelitian Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Hepatitis B</dc:title>
        <dc:creator>Heriyanto, Bambang</dc:creator>
        <dc:subject>WC 500-590 Virus Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Program imunisasi Hepatitis B di Indonesia diberikan 3x dengan 2 cara. Anak-anak yang lahir di rumah sakit pemberian vaksin 1 segera setelah lahir, sedangkan pada bayi yang datang ke puskesmas pemberian vaksin 1 pada umur 3 bulan. Sehingga perlu diketahui tanggap kebal setelah imunisasi 3x pada bayi-bayi yang datang ke puskesmas tersebut.  Pada tahun 1993/1994 telah dilakukan penelitian untuk melihat antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin Hepatitis B yang dimulai pemberiannya pada umur 3 bulan dan kemungkinan ada tidaknya infeksi sebelum imunisasi ditentukan dengan pemeriksaan anti HBc dan HBsAg.  Penelitian diadakan secara cross sectional, dengan pemilihan sampel secara random sampling pada anak umur 1-2 bulan setelah imunisasi Hepatitis B 3x, baik pada anak yang pemberian vaksin 1 nya  pada umur &lt; 3 bulan maupun 3 bulan, selain itu juga diambil sampel pada anak-anak yang belum imunisasi Hepatitis B dengan lokasi survei di kabupaten Jember dan Bondowoso di Jawa Timur.  Dari 172 sampel yang dapat dikumpulkan dari anak-anak pasca imunisasi Hepatitis B 3x, 167 dapat diperiksa dan dianalisa. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa tangap kebal yang ditimbulkan oleh adanya imunisasi Hepatitis B 3x adalah sebesar 80,84% (135 sampel), sedangkan prevalensi BHsAg pada anak-anak tersebut adalah 0% dan anti HBc 4,19% yang positif.  Dari 80,84% anti HBs tersebut 39,52% liter &gt; 10-100 lu/ml dan 41,32% titer diatas 100 ul/ml dari anak-anak tidak imunisasi Hepatitis B dapat dianalisa 82 sampel dan ternyata 2,44% sudah mengandung Anti Hbs, dengan prevalensi HBsAg 0% dan yang positif Anti HBc 4,88%.  Jika dilihat pada anak-anak yang pemberian vaksin 1 pada umur &lt;3 bulan, maka anti Hbs yang dihasilkan adalah 80,49%, prevalensi HBsAg 0% dan yang positif HBc 4,88%. Sedangkan yang dimulai pada umur 3 bulan Anti HBs adalah 81,18%, prevalensi HBsAg 0% serta yang positif anti HBc adalah 3,53%. Dan jika kita lihat anak-anak yang sudah mempunyai tanggap kebal tersebut (tabel 3), maka dari perbandingan kedua cara tersebut dapat diketahui pada imunisasi hepatitis B dengan pemberian vaksin pertamanya pada umur &lt;3 bulan dan 3 bulan adalah tidak untuk melihat prevalensi Hepatitis B, diambil sampel secara stratifikasi menurut umur pada masyarakat dari umur 0 sampai dengan dewasa, dengan lokasi penelitian di Ujung Pandang, Pontianak dan Jawa Tengah.  dari Jawa Tengah dapat dianalisa sampel sejumlah 625 sampel dengan prevalensi HBsAg 4,80%, sedangkan dari Ujung Pandang dapat dianalisa 307 sample  dengan prevalensi HBsAg 7,49% dan dari Pontianak dapat dianalisa 208 sampel dengan prevalensi HBsAg 8,33%.  Bila dibedakan menurut golongan umur yaitu 0-3 bulan;&gt;3 bulan-5 tahun;&gt;5-15 tahun dan diatas 25 tahun, maka prevalensi HBsAg pada umur &gt;5 tahun - 15 tahun adalah yang tertinggi yaitu di Ujung Pandang 9,37%, di Jawa Tengah 7,63% dan di Pontianak 9,56%.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa imunisasi dengan pemberian vaksin pertama pada umur 3 bulan dan pada umur 3 bulan tidak berbeda yaitu dapat menghasilkan tanggap kebal anak-anak sebesar + 80%. Dengan demikian imunisasi Hepatitis B yang dimulai umur 3 bulan belum terlambat, dalam arti sebagian besar naka-anak pada umur tersebut masih belum terinfeksi oleh virus Hepatitis B secara alam.  Prevalensi HBsAg pada tiap-tiap daerah tidak sama, dan pada golongan umur tertentu prevalensi HBsAg &gt; 8%, bahkan didaerah tertentu sampai bisa mencapai 9,56%.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelititan dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit</dc:publisher>
        <dc:date>1994</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Heriyanto, Bambang  (1994) Penelitian Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Hepatitis B.  Project Report. Pusat Penelititan dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit.     </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/33/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>