<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Hubungan Kadar Apolipoprotein E Plasma terhadap Aterosklerosis Arteri Karotis Interna pada Penderita Pasca Stroke Iskemik</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ratih Vierda</mods:namePart><mods:namePart type="family">Octaviani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Stroke iskemik merupakan sebagian besar kasus stroke yang disebabkan oleh trombosis atau emboli pembuluh darah otak akibat aterosklerosis. Ketebalan tunika intimamedia (intima-media thickness/IMT) merupakan marker aterosklerosis. ApoE adalah protein kunci dalam memodulasi lipoprotein yang mengandung apo B yang sangat aterogenik dan beberapa penelitian menyebutkan ApoE dapat mencegah aterosklerosis melalui beberapa mekanisme. Hubungan kadar ApoE plasma terhadap aterosklerosis pada pasien pasca stroke iskemik belum pemah dilakukan di Indonesia.   Tujuan penelitian membuktikan adanya hubungan antara kadar Apolipoprotein E dengan aterosklerosis arteri karotis interna yang dilihat dari ketebalan tunika  intima-media pada pasien paska stroke iskemik .   Metode penelitian cross sectional, dilaksanakan di poli saraf RSUP Dr. Kariadi Semarang, periode Oktober 2011 - Maret 2012. Subyek penelitian adalah pasien paska stroke iskemik, diambil secara consecutive sampling. Kadar apolipoprotein E dianalisa dengan metode ELISA, pemeriksaan ketebalan tunika intima-media arteri karotis interna menggunakan Ultrasonografi Duplek.   Hasil tiga puluh sembilan pasien paska stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terdiri dari laki-laki 30 ( 76,92%) dan wanita 9 (23,08%). Aterosklerosis bila ketebalan tunika intima-media &gt; 0,9 mm, terjadi pada 15 subyek (38,5%) dengan kadar ApoE plasma yang rendah yaitu &lt; 5 mg/dL pada 4 subyek (26,7%), kadar ApoE plasma normal 5-8mg/dL sebanyak 7 subyek (46,7%) dan kadar ApoE plasma tinggi yaitu &gt; 8mg/dL sebanyak 4 subyek (26,7%). Hasil analisis uji Fischer exact test menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar ApoE plasma dengan aterosklerosis arteri karotis interna (p= 0,337).  Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara kadar apolipoprotein Edengan aterosklerosis arteri karo tis interna yang dilihat dari ketebalan tunika intima media pada pasien paska stroke iskemik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WL 200-405 Central Nervous System. Disorders. Therapeutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>