%0 Journal Article %@ 2338-7343 %A Nurminha, Nurminha %A Rihiantoro, Tori %A Ipa, Mara %D 2020 %F bkpkkemkes:3941 %I Loka Litbang Kesehatan Pangandaran %J Jurnal Aspirator %K virus dengue, serotipe, derajat keparahan, infeksi sekunder, Bandar Lampung %N 2 %P 85-92 %R https://doi.org/10.22435/asp.v12i2.3095 %T Karakteristik Klinis dan Virologis Penderita Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3941/ %V 12 %X Manifestasi klinis infeksi virus dengue (DENV) dapat berupa demam dengue (DD), hingga demam berdarah dengue (DBD) dan sindrom syok dengue (DSS). Salah satu determinan keparahan dengue adalah oleh virulensi virus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik klinis dan virologis penderita DBD berdasarkan derajat keparahan. Penelitian deskriptif berbasis rumah sakit dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan rancangan studi cross sectional. Sampel sebanyak 56 dipilih dari penderita DBD secara purposive pada bulan Juli-November 2016. Uji serologis menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Sampel darah diambil untuk penentuan serotipe dengue dengan teknik reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR). Derajat keparahan infeksi virus dengue diperoleh dari penelusuran rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah demam, sakit kepala dan nyeri retro-orbital, yang muncul pada semua penderita mulai derajat keparahan DBD. Penderita grade I yang mengalami Myalgia (15,6%) dan Petechiae (22,2%). Hasil uji laboratorium memperlihatkan trombositopenia pada semua derajat keparahan (I-IV), meskipun 13,3% pasien grade I tidak mengalaminya. Infeksi sekunder ditemukan sebanyak pada 92,9% sampel. Semua serotipe virus dengue terdeteksi pada 22 sampel (39,2 %), yaitu DENV-1 (46,7%), DENV-2 (6,7%), DENV-3 (26,7%), dan DENV-4 (20%). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa karakteristik klinis mayoritas pada penderita DBD sesuai dengan derajat keparahannya dengan manifestasi berupa perdarahan dominan pada penderita grade II-IV. Karakteristik virologis DENV-1 dominan pada seluruh penderita DBD grade I-IV.