<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Karakteristik Klinis dan Virologis Penderita Demam&#13;
Berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nurminha</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nurminha</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tori</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rihiantoro</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mara</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ipa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Manifestasi klinis infeksi virus dengue (DENV) dapat berupa demam dengue (DD), hingga&#13;
demam berdarah dengue (DBD) dan sindrom syok dengue (DSS). Salah satu determinan keparahan&#13;
dengue adalah oleh virulensi virus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik&#13;
klinis dan virologis penderita DBD berdasarkan derajat keparahan. Penelitian deskriptif berbasis rumah&#13;
sakit dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan rancangan studi cross sectional.&#13;
Sampel sebanyak 56 dipilih dari penderita DBD secara purposive pada bulan Juli-November 2016. Uji&#13;
serologis menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Sampel darah diambil untuk penentuan serotipe&#13;
dengue dengan teknik reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR). Derajat keparahan&#13;
infeksi virus dengue diperoleh dari penelusuran rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah demam, sakit kepala dan nyeri retro-orbital, yang&#13;
muncul pada semua penderita mulai derajat keparahan DBD. Penderita grade I yang mengalami Myalgia&#13;
(15,6%) dan Petechiae (22,2%). Hasil uji laboratorium memperlihatkan trombositopenia pada semua&#13;
derajat keparahan (I-IV), meskipun 13,3% pasien grade I tidak mengalaminya. Infeksi sekunder&#13;
ditemukan sebanyak pada 92,9% sampel. Semua serotipe virus dengue terdeteksi pada 22 sampel (39,2&#13;
%), yaitu DENV-1 (46,7%), DENV-2 (6,7%), DENV-3 (26,7%), dan DENV-4 (20%). Simpulan dari&#13;
penelitian ini adalah bahwa karakteristik klinis mayoritas pada penderita DBD sesuai dengan derajat&#13;
keparahannya dengan manifestasi berupa perdarahan dominan pada penderita grade II-IV. Karakteristik&#13;
virologis DENV-1 dominan pada seluruh penderita DBD grade I-IV.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 500-590 Virus Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-12-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Loka Litbang Kesehatan Pangandaran</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>