%0 Report %9 Project Report %A Muchtaruddin, Muchtaruddin %A Dzulkarnain, B. %A Bekar, Syawaalida %A Hidodo, Koosnijati B. %A Suharto, Bambang %A Budiarso, Ratna L %C Jakarta %D 1976 %F bkpkkemkes:3962 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K jamu %T Laporan Penelitian Pemasaran dan Pemakaian Jamu Juli - September 1976 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3962/ %X Jumlah pemakai jamu merupakan 47,9% dari jumlah anggota rumah tangga pemakai jamu. Pemakai jamu wanita lebih banyak daripada pemakai jamu pria. Pemakai jamu kebanyakan terdiri dari buruh kasar, ibu rumah tangga, petani dan nelayan. Pemakaian jamu kebanyakan tidak secara teratur namun pengeluaran perbulan untuk jamu dapat mencapai 11,33% dari pengeluaran rumah tangga dari yang berpendapatan rendah. Tidak banyak lagi pemakai jamu yang mengolah sendiri jamu yang dipakainya. Kebanyakan kebutuhan jamu didapat dari warung-warung yang tersebar di dalam daerah pemukiman penduduk. Yang mempengaruhi pemakaian jamu adalah faktor-faktor: 1. psikhologis (bungkus yang menarik, rasa enak dapat dipercaya); 2. ekonomis (murah, mudah didapat); 3. sosial (lingkungan keluarga, tetangga dan teman sekerja). Pengetahuan mengenai khasiat jamu dari pemakai jamu belum memadai. Kebanyakan pemakai jamu tidak dapat menentukan sendiri jamu yang dibutuhkannya.