TY - UNPB N2 - Jumlah pemakai jamu merupakan 47,9% dari jumlah anggota rumah tangga pemakai jamu. Pemakai jamu wanita lebih banyak daripada pemakai jamu pria. Pemakai jamu kebanyakan terdiri dari buruh kasar, ibu rumah tangga, petani dan nelayan. Pemakaian jamu kebanyakan tidak secara teratur namun pengeluaran perbulan untuk jamu dapat mencapai 11,33% dari pengeluaran rumah tangga dari yang berpendapatan rendah. Tidak banyak lagi pemakai jamu yang mengolah sendiri jamu yang dipakainya. Kebanyakan kebutuhan jamu didapat dari warung-warung yang tersebar di dalam daerah pemukiman penduduk. Yang mempengaruhi pemakaian jamu adalah faktor-faktor: 1. psikhologis (bungkus yang menarik, rasa enak dapat dipercaya); 2. ekonomis (murah, mudah didapat); 3. sosial (lingkungan keluarga, tetangga dan teman sekerja). Pengetahuan mengenai khasiat jamu dari pemakai jamu belum memadai. Kebanyakan pemakai jamu tidak dapat menentukan sendiri jamu yang dibutuhkannya. Y1 - 1976/// KW - jamu N1 - Unpublished PB - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan EP - 44 TI - Laporan Penelitian Pemasaran dan Pemakaian Jamu Juli - September 1976 AV - restricted M1 - project_report UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3962/ A1 - Muchtaruddin, Muchtaruddin A1 - Dzulkarnain, B. A1 - Bekar, Syawaalida A1 - Hidodo, Koosnijati B. A1 - Suharto, Bambang A1 - Budiarso, Ratna L CY - Jakarta ID - bkpkkemkes3962 ER -