<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-05-15T06:13:50Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:3983</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3983/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Ilmiah Penelitian Metoda Pemeriksaan Obat dan Bahan Berbahaya (Sediaan Campuran Vitamin dan Sediaan Campuran Antipiretika-Analgetika)</dc:title>
        <dc:creator>Widodo, Koesmijati</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Kwalitas sediaan obat yangg beredar, terutama obat dalam bentuk campuran yang dijual bebas, seperti multivitamin dan analgetika antipiretika masih ada yang perlu ditingkatkan mutunya. Maka diperlukan penelitian untuk mendapatkan metoda standar  pemeriksaan yang dapat dipercaya (tepat), relatif sederhana dan sesuai dengan kondisi laboratorium di Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Propinsi.&#13;
Dengan cara "scoring",dari penelusuran, pustaka dipilih dua , metoda untuk vitamin B1, B2, .B3,· B5, B6, B12, c, A, D, Asam folat, Asetaminofen dan Salisilami~.Kemudian dilakukan penelitian di1aboratorium terhadap 2 metoda terpilih untuk vitamin B1, B2 dan B6 dalam  vitamin B kompleks.&#13;
Ketepatan pengukuran adalah,baik, karena masih dalam batas-batas yang diperbolehkan oleh Farmakope, yaitu 96 - 106% (Farmakope 90 - 110 %). Metoda analisa vitamin B yang diuji ternyata cukup spesifik, karena pengaruh daripada vitamin B lain terhadap vitamin yang diuji tidak ada, sedangkan pengaruh bahan pengisi/bahan tambahan tidak ada untuk vitamin B1 dan B2, sedangkan untuk,vitamin B6 ada sedikit pengaruh dari bahan pengisi/bahan tambahan,  tetapi hasil-hasil analiaa masih dalam batas-batas yang diperbolehkan. &#13;
Kesimpulan adalah kedua metoda terpilih untuk vitamin B1, B2 &#13;
dan B6 dapat dipergunakan untuk laboratorium Balai Pemerikaaan Obat, dan Makanan Propinsi, karena metoda pemeriksaan ini cukup sederhana, peralatannya relatif tidak mahal dan cukup teliti. Karena ada kecenderungan pengaruh dari bahan pengisi/bahan tambahan sehingga· ada kemungkinan diperolehya hasil semu yang terlalu tinggi dan hasil semu &#13;
yang  terlalu rendah, maka perlu d1lakukan terlebih dahulu analisa inkremental pada tablet vang  akan diperiksa.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3983/1/Laporan%20Ilmiah%20Penelitian%20Pemeriksaan%20Obat%20dan%20Bahan%20Berbahaya%20%28Sediaan%20Campuran%20Vitamin%20dan%20Sedian%20Campuran%20Antipiretika%20-Analgetika.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Widodo, Koesmijati   Laporan Ilmiah Penelitian Metoda Pemeriksaan Obat dan Bahan Berbahaya (Sediaan Campuran Vitamin dan Sediaan Campuran Antipiretika-Analgetika).  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>