<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Ilmiah Penelitian Metoda Analisa dan Standarisasi Prosedur Analisa Pestisida dan Racun Lain 1976-1977</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Harga normal aktivitas kolinesterasa penduduk daerah Yogyakarta adalah 91,6% +- 18% dengan probability 96%  clan untuk penduduk  daerah Lampung adalah 79,5% +- 18% dengan probability 96%.  Jenis kelamin tidak mempengaruhi terhadap harga aktivitas kolinesterasa ini. &#13;
&#13;
Tidak ada korelasi antara pengaruh waktu dan cara penyimpanan terhadap aktivitas kolinesterasa serum plasma dan sel darah merah yang disimpan baik pada keadaan dingin maupun beku setelah  tiga hari,  satu minggu dan dua minggu. Demikian pula tidak ada korelasi antara aktivitas kolineste rasa dalam plasma, serum  dan sel darah. &#13;
&#13;
Kadar residu pestisida dalam beras sudah tak terdeteksi lagi, sedangkan dalam kubis masih terdeteksi. Standarisasi analisa reisu pestisida dalam daun teh dan terbakau dimasukkan dalam manual analisa pestisida yang masih dalam taraf penyelesaian.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 600-666 Toxicology</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>