<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Nasib Obat Di Rumah Sakit Kelas A dan B 1983-1984</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Arjo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suryanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muktiningsih</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muktiningsih</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Janahar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Murad</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sarjaini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Jamal</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Umi Sapta</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sudibyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sudibyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fungsi rutin Fannasi Rumah Sakit ialah mengelolet oret yang mencakup: perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, pengawasan, pencatatan dan pelaporan.&#13;
Dari hasil penelitian perencanaan, pengadaan dan penggunaan obat Inpres di Kabupaten, Kotamadya rumah sakit dan puskesmas  (1981)  ternyata bertumpuknya obat-obat yang tidak terpakai di gudang rumah sakit merupakan  hal yang sangat menonjol, di samping tenaga dan cara pengelolannya.&#13;
Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari sebab-sebab mengapa terjadi obat sisa/obat yang tak terpakai yang akhirnya menjadi obat rusak pada rumah Sakit kelas  A dan B dengan menggunakan kuesioner dan temuwicara. Masing-masing rumah sakit kelas  A dan  8 dikunjungi oleh satu peneliti &#13;
pusat. &#13;
Dari penelitian ini ternyata  banyak ditemui obat sisa di setiap rumah sakit yang dikunjungi. Hal tersebut disebabkan karena belum aktifnya fungsi Komite Farmasi dan Terapi, kurangnya kemampuan dalam parecanaan, sarana penyimpanan/gudang yang belum memenuhi syarat, penerimaan obat yang tidak sesuai dengan kebutuhan. &#13;
Untuk ini diperlukan penataan kembali informasi  timbal  balik dalam hal kebutuhan obat dari unit pelaksana (rumah sakit) dan perencanaan (yaitu Departemen Kesehatan). Disamping itu perlu diaktifkan kembali fungsi Komite Farmasi dan Terapi dari setiap Rumah Sakit.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1984</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>