<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Pola Resistensi Beberapa Jenis Kuman Terhadap Enam Jenis Antibiotika di Wilayah Jakarta Timur 1984-1985</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Umi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kadarwati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sukasediati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian pola resistensi kuman terhadap  antibiotika yang paling banyak dipreskripsi dan telah sejak  lama  digunakan· dimaksudkan  untuk mengetahui sejauh mana tingkat  prevalensi  resistensi  kuman tersebut beserta dampaknya.  Pada penelitian ini telah  dilakukan  pepengumpulan  usap saluran napas bagian atas,  usap sekret  telinga,  dan usap  lesi kulit  dari kelompok anak sakit (faringitis/ faringitis akuta, otitis media, infeksi kulit) dan usap saluran napas bagian atas  anak sehat. Pemeriksaan usap dilakukan untuk mendapatkan  strain kuman Staphylococcus aureus,  Streptococcus pneumoniae,  Streptococcus beta haemolyticus,  dan Klebsiella.  Tes resistensi dilakukan terhadap  ampisilin, penisilin, tetrasiklin, kloramfenikol, eritromisin, dan streptomisin dengan cara yang biasa digunakan di Laboratorium  Mikrobiologi FKUI.&#13;
Penelitian dilakukan di wilayah Jakarta Timur selama 6 (enam) bulan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya  kuman  Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae,  dan Streptococcus  beta haemolyticus  telah  menunjukkan  resistensi  terhadap keenam antibiotika yang diuji walaupun dalam tingkat  yang berbeda.  Resistensi  terhadap &#13;
tetrasiklin merupakan yang tertinggi  pada penelitian ini  (53,01%)&#13;
Dari penelitian ini ternyata tidak  terlihat perbedaan  pola resistensi  kuman pada anak sehat  dan anak sakit.  Dan walaupun  belum dapat  dibuktikan aclanya perkembangan pola resistensi kuman pada penelitian ini namun dari gambaran prevalensi kuman resistensi dari be berapa penelitian telah  menunjukkan adanya kecenderungan tersebut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 350-370 Anti-Bacterial Agents. Tissue Extracts</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1985</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>