<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Residu Antibiotika Dalam Hasil Ternak (Air Susu Sapi) 1987/1988</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Janahar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Murad</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Pudji</mods:namePart><mods:namePart type="family">Lestari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri Sugati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syamsuhidayat</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Residu  antibiotika  dalam  hasil  ternak dapat membahayakan kesehatan bila dikonsumsi oleh manusia. Untuk  menanggulangi hal ini sudah ada peraturan perundang-undangan kesehatan hewan  yang antara lain  menyatakan bahwa  ternak  yang diberi  antibiotika, maka hasil ternak tersebut baru boleh dikonsumsi setelah melewati waktu henti. &#13;
&#13;
Untuk  menunjang  peningkatan  pengawasan  penggunaan antibiotika dalam  bidang kesehatan hawan telah dilakukan identifikasi residu antibiotika delam air susu sapi sebanyak 120 sampel yang berasal dari 10 peternakan sapi perah di Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan tiap bulan 2 sampel tiap peternakan dan dilakukan selama 6 bulan berturut-turut. &#13;
&#13;
Dari 120 sampel vang diperiksa 27 sampel (22,5%) diantaranya mengandung residu antibiotika yang terdiri dari 5 sampel (4,2%) mengandung antibiotika golongan penisilina, 6 sampel (5,0%) mengandung antibiotika golongan tetrasiklina, 9 sampel (7,5%) mengandung antibiotika golongan aminoglikosida  dan 7 sampel (5,8%) mengandung antibiotika golongan makrolida.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1988</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>