<mets:mets OBJID="eprint_4024" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-04T04:53:01Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_4024_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Penggunaan Obat Program Bersama IDI-ISFI-PDGI-GF Farmasi Oleh Para Dokter Di DKI Jakarta</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sarjaini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Jamal</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi keluhan masyarat  tentang mahalnya harga obat, telah diadalkan program bersama  antara· IDI ,ISPI , PDGI ·dan  GP Farmasi untuk menyediakan sejumlah obat esensial yang banyak digunakan bagi masyarakat kurang mampu di daerah perkotaan.Terdapat  50 items  obat yang disusun dalam satu daftar yang disebut daftar obat program bersama  (OOPB)  dengan kualitas terjamin dan harga yang terjangkau oleh masyarakat banyak. Obat-obat itu disediakan di apotek-apotek dan dapat dibeli bebas atau menggunakan resen dokter bagi  obat -obat keras.&#13;
Setelah  berjalan beberapa  tahun  ternyata ·obat-cbat tersebut kurang laku  dan  sedikit  sekali  para dokter yang menuliskannya  dalam resep. Banyak faktor yang menyebabkan kenapa kurang Suksesnya  program  DOPB ini  di  DKI Jakarta. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruhi serta deskripsi penggunaan obat DOPB di DKI Jakarta, telah dilakukan penelitian, penggunaan obat program bersama IDI-ISFI, PDGI dan GF Farmasi Oleh Para Dokter di DKI Jakarta tahun 1989. Data dikumpulkan dengan menanyai 231 orang dokter/dokter gigi yang praktek sore hari di daerah tersebut. Responden dipilih secara  acak yang kemudian dibagi secara proporsional sesuai dengan jumlah masing-masing dokter di tiap wilayah DKI Jakarta.&#13;
Ternyata sebanyak 58,9% respcnden menjawab pernah menggunakan obat DOPB,yang sering menggunakan sebanyak 3 % dan sisanya tidak pernah menggunakan  obat  DOPB. Disamping itu para dokter  dengan  status pegawai negeri, yang bekerja pagi hari di Dep.Kesehatan/unitnya,yang pernah dikirimi blanko resep DOPB, yang pernah mendiskusikannya dengan teman sejawat/orang lain, yang sering baca/dengar tentang DOPB dan yang biasa menuliskan obat dalam resep dengan nama generik serta pernah menawarkan obat DOPB pada pasien adalah kelompok terbanyak menggunakan obat DOPB. Juga melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa dokter umum kebanyakaan tidak ragu dengan khasiat obat DOPB dan termasuk kelompokyang banyak menggunakan obat tersebut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1989</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_4024"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_4024_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_4024_11473_1" SIZE="52121069" OWNERID="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4024/1/Laporan%20Penelitian%20Penggunaan%20Obat%20Program%20Bersama%20IDI-ISFI-PDGI-GF%20Farmasi%20Oleh%20Para%20Dokter%20Di%20DKI%20Jakarta.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4024/1/Laporan%20Penelitian%20Penggunaan%20Obat%20Program%20Bersama%20IDI-ISFI-PDGI-GF%20Farmasi%20Oleh%20Para%20Dokter%20Di%20DKI%20Jakarta.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_4024_mods" ADMID="TMD_eprint_4024"><mets:fptr FILEID="eprint_4024_document_11473_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>