<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-07-07T08:12:10Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4026</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4026/</dc:relation>
        <dc:title>Survai Resep DOPB di Beberapa Apotik di DKI Jakarta</dc:title>
        <dc:creator>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, -</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Telah dilaksanakan survei terhadap resep-resep DOPB pada 40  apotik di DKI Jakarta. Survei ini bersifat eksploratif untuk mendapatkan gambaran penggunaan obat-obat dalam DOPB.&#13;
 &#13;
Analisis deskriptif dilakukan terhadap seluruh lembar resep DOPB yang diterima selama 9 bulan (November 1986-Juni 1897) oleh 40 apotik. Dari penelitian ini diketahui banyaknya lembar resep DOPB yang diterima oleh apotik-apotik yang bersangkutan. Sejumlah 17 apotik menerima sampai 100 lembar  resep DOPB dan selebihnya menerima di atas 100 lembar, selama 9 bulan tersebut. Penerimaan tertinggi pada bulan Oktober 1986 dan cenderung menurun pada bulan-bulan berikutnya. Prosentase penerimaan lembar resep DOPB terhadap  penerimaan resep umum per hari paling besar 8,6% dengan kisaran 0-8,6%, dan modus 0,8%. Selain dokter umum (73,3%) yang menulis resep dengan lembar khusus, dokter gigi (11,3%)  dan dokter ahli (14,9%) memanfaatkannya.&#13;
&#13;
Sekitar 37,6% lembar resep DOPB ditebus dengan harga kurang dari Rp. 2500,00, meskipun ada juga yang ditebus dengan harga diatas Rp. 7500,00 (1,5%). Jenis obat yang paling banyak ditulis adalah Ampisilin (17,0%), Parasetamol (10,9%), dan CTM (8,4%). CTM lebih banyak diberikan dalam bentuk racikan.&#13;
 &#13;
Meskipun ada petunjuk bahwa petugas kesehatan telah mengetahui adanya program ini, namun kenyataan dalam praktek  berbeda, karena prosentase resep DOPB kecil.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:date>1987</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4026/1/Survai%20Resep%20DOPB%20Di%20Beberapa%20Apotek%20Di%20DKI%20Jakarta.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, -  (1987) Survai Resep DOPB di Beberapa Apotik di DKI Jakarta.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>