%0 Report %9 Project Report %A Mutiatikum, Daroham %A Isnawati, Ani %C Jakarta %D 1988 %F bkpkkemkes:4027 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K Logam Berat, Air, Makanan %T Laporan Penelitian Pengembangan Metoda Analisa Logam Berat Pb dan Cd Sebagai Cemaran Bahan Makanan Dan Air Permukaan Dengan Cara A.A.S 1987/1988 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4027/ %X Telah banyak dilakukan penelitian tentang logam berat baik dalam tanah, air, udara maupun makanan dan minuman. Tetapi kadang-kadang kita temukan hasil yang tidak sama, meskipun contoh yang diambil sama dan dengan peralatan yang sama. Supaya hasil dari masing-masing laboratorium ini tidak berbeda terlalu banyak perlu dipilih dan dikembangkan suatu metode yang baku untuk masing-masing cemaran. Analisa residu logam berat dilakukan dengan spektroskopi serapan Atom dengan cara destruksi basah dan destruksi kering, dengan beberapa metoda yaitu metode langsung dan metode ekstraksi. Metode ekstraksi menggunakan dua cara yaitu APDC dan Ditizon. Dari hasil pemeriksaan pendahuluan untuk alat spektrofotometer serapan Atom, didapat batas deteksi untuk logam Pb - 0,28 bpj dan untuk logam Cd = 0,026 bpj untuk ketelitian alat, prosentase simpangan baku rata-rata logam Pb = 91,93% dan logam Cd = 97,70% berarti alat tersebut mempunyai ketelitian yang cukup baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut untuk bahan makanan (sayur) yang mengandung logam Pb dan logam Cd, cara langsung dengan destruksi basah adalah cara yang terbaik sedangkan untuk air permukaan yang mengandung logam Pb adalah cara langsung tanpa diekstraksi dan logam Cd dengan metode ekstraksi Ditizon, berdasarkan basil recoverynya. Hasil perhitungan secara statistik untuk metode Ditizon, metode APDC dan cara langsung, baik untuk destruksi basah maupun untuk destruksi kering kedua logam dan kedua sampel yang digunakan basil prosentase recoverynya ternyata tidak berbeda nyata.