<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4028" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4028</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2025-07-13T19:56:09Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/cgi/export/eprint/4028/DIDL/bkpkkemkes-eprint-4028.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4028/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Penelitian Pemetaan Tanaman Obat 1986/1987</dc:title>
        <dc:creator>Sutrisno, Respati Bambang</dc:creator>
        <dc:creator>Muktiningsih, S.R.</dc:creator>
        <dc:creator>Noerhadi, Moechamad</dc:creator>
        <dc:creator>Supardi, Sudibyo</dc:creator>
        <dc:creator>Herman, Max Joseph</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Telah dilakukan survei lapangan dan penelaahan data tentang tanaman obat yang ada di Pulau Jawa, meliputi tanaman  yang masih  tumbuh liar, yang ditanam sebagai tumpangsari,  yang dibudidayakan pada areal pertanian dan perkebunan. &#13;
Sejumlah 35 tanaman  obat yang areal penanamannya 2 hektar atau  lebih dipetakan menurut kabupatennya. (Lampiran 2)&#13;
Dilakukan studi telaahan  dengan membandingkan kebutuhan  simplisia terhadap sistem pertumbuhan tanaman  obat (liar, tumpangsari, atau dibudidayakan). Hasil studi menunjukkan bahwa 4 simplisia yang paling banyak dipakai oleh perusahaan obat adalah tanaman-dari familia Zingi beraceae.&#13;
Dari 25-simplisia yang paling dibutuhkan,  sejumlah  56%  berasal dari hasil budidaya tanaman obat, 16% dari tumpangsari  atau  tanaman hias, 16% dari tumbuhan  liar, dan 9%  dari impor. Dari 60 simplisia yang pa~kaiannya diatas 5.000 kg setahun, sejurnlah 37% diperoleh dari hasil budidaya tanaman  obat,33% dari.tumbuhan  liar, 18% dari tumpangsari, dan 12% dari impor.&#13;
Dari 35 tanaman  obat yang dipetakan, 13 diantaranya merupakan tanaman yang lebih banyak dipakai untuk keperluan non-obat, misalnya di pakai sebagai bumbu (bawang merah, bawang putih, cabe),  sebagai sumber buah~buahan (alpukat, jambu mete, dan jambu  biji), sebagai penyamak (cassia vera), sebagai-sumber obat kimia (kina) ,sebagai bahan lem &#13;
(iles-iles), sebagai minyak pelumas (jarak), minyak cat (jambu mete), dan untuk fiksatif parfurn (vanili dan akar wangi).&#13;
Tempat budidaya (dimulai dari simplisia yang terbanyak dipakai): Temulawak di Pacitan, Pasuruan, Nganjuk, Tulungagung, Sumenep, dan Pamekasan; Kencur di Sukoharjo dan Wonogiri; Jahe di Sukoharjo,Wonogiri, Sleman, Nojokerto, Nadiun, Magetan, Malang, Blitar, Probolinggo,  dan &#13;
Pamekasan; Lempuvang wangi di Sukoharjo, Wonogiri, Tuban, dan Sumenep; Kedawung di Sukoharjo dan Wonogiri; Kunvit di Sukoharjo, Honogiri, Bojonegoro, Tuban, Madiun, Ngawi, Pacitan, Nganjuk, Tulungagung, dan Banyuwangi; Cabe jawa di Lamongan dan Sumenep; Temuhitam di Sukoharjo , Wonogiri, Tuban, Madiun, Banymvangi dan Pamekasan; Bengle di Sukoharjo, Wonogiri, Semarang, Temanggung, Kendal, Pemalang dan Malang; Pala di Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Kuningan ; Purbolinggo, Purworejo, Wonosobo, Magelang,-Boyolali, Semarang dan Temanggung; di Ngawi dan Malang; Laos di Boger; Trenggalek, Tulungagung, &#13;
Bondowoso, dan Banyuwangi; Temu kunci di Bojonegoro dan Tulungagung; Lada di Serang, Pandeglang, Lebak, Cianjur, Subang, GaLut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Cirebon, Majalengka dan Indramayu;  di Purbalinga, Banjarnegara, Purwoorejo, Wonosobo,  Semarang, Kendal dan Tegal; di Malang dan Pasuruan; Kumiskucing di Sukoharjo dan Wonogiri;  Kemukus di Banyunwangi;  kapulaga di Banyumas, Magelang, · Sukoharjo, Wonogiri  , Pekalongan, Madiun, Blitar dan Banyuwangi; temugiring  di Bojonegoro, Madiun dan Magetan.&#13;
Tempat-tempat tumbuh tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar simplisia utama dibudidayakan di daerah panas. &#13;
Disarankan untuk mencoba budidaya tanaman  obat yang simplisianya masih diimpor, terutama menanam akar manis (Glycyrrhiza glabra), adas(Foeniculum vulgare), adasmanis (Pimpinella anisum), jintan hitam (Nigella sativa dan Nigella damascena), klabet (Trigonella foenum-graecum), dan kayu manis Sri Lanka.(Cinnamomum zeylanicum). &#13;
Tumbuhan yang sulit dibudidayakan ialah pohon majakan  (Quercusinfectoria);· karena harus diimpor berikut serangganya (Cynips  tinctoria); dan juga kayu angin atau rasuk angin, karena tumbuhan  ini  tidak dapat ditanam di tanah, dan merupakan simbiosa antara jamur dan ganggang. &#13;
Disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap ragam  fitokimia &#13;
dari tanaman  familia Zingiberaceae, sebab tanaman  ini termasuk  yang paling banyak dipakai dalam produksi obat tradisional (Lihat Tabel I).</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:date>1987</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4028/1/Laporan%20Penelitian%20Pemetaan%20Tanaman%20%20Obat%201986-1987.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Sutrisno, Respati Bambang and Muktiningsih, S.R. and Noerhadi, Moechamad and Supardi, Sudibyo and Herman, Max Joseph  (1987) Laporan Penelitian Pemetaan Tanaman Obat 1986/1987.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4028/1/Laporan%20Penelitian%20Pemetaan%20Tanaman%20%20Obat%201986-1987.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4028/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>