<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Toksisitas Sub-Kronik Tanaman Obat Indonesia 1986-1987</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wahjoedi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masih banyak rakyat Indonesia mengobati diri sendiri penyakit kencing batu menggunakan tanaman obat, antara lain :  Meniran (Phvl lanthus niruri L.), Daun Urat (Plantago major L.), Kumis kucing(Orthosiphon stamineus Benth) dan Gempur batu (Borreria hispida Schum). &#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui sifat pengobatan penyakit kencing batu adalah lama dan harus terus-menerus sedang data toksisitas subkronik tanaman  obat tersebut di atas belum diketahui. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui daya racun atau toksisitas secara subkronik selama 3 bulan terus menerus pada he1wan percobaan tikus putih strain IMR  (Wistar derived). &#13;
Hasil percobaan Sampai dengan dosis (40 -50) x Dosis fvlanusia, ke-4 tanaman  obat tersebut yang diteliti toksisitas subkroniknya pada tikus percobaan selama 3 bulan dan pemberian bahan secara oral, tidak menunjukkan kelainan-kelainan yang bersifat toksik terhadap 9 macam organ penting tubuh tikus percobaan (hati, paru, jantung, ginjal, lambung, usus, pancreas, limpa dan testes).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1987</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>