<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-07-07T08:21:50Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4040</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4040/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Penelitian Efek Antiinflamasi Beberapa Tanaman Obat Toga Pada Hewan Percobaan 1986/1987</dc:title>
        <dc:creator>Saroni, Saroni</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Telah diteliti efek antiinflamasi beberapa tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) pada tikus putih. Bahan tanaman berasal dari Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangmangu. Dari 9 bahan tanaman dalam bentuk infus yang diteliti dihasilkan:&#13;
&#13;
Andrographis paniculata Nees (sambi1oto; daun) menunjukkan efek anti inflamasi pada dosis 10 x dan 100 x dosis lazim manusia atau setara dengan 51,4 mg dan 514 mg/100 g bobot badan. Menunjukkan ada hubungan antara dosis dengan efeknya.&#13;
&#13;
Averrhoea carambola L (Belimbing; buah) menunjukkan efek anti inflamasi pada dosis 10 x dan 100 x dosis lazim manusia tetapi tidak menunjukkan adanya hubungan antara dosis dengan efeknya. Eleutherine americana Meer (Bawang sebrang; umbi) menunjukkan efek antiinflamasi pada dosis 10 x dan 100 x dosis lazim manusia atau setara dengan 48 mg dan 480 mg/ 100 g bobot badan, tetapi tidak menunjukkan ada hubungan antara dosis dengan efeknya.&#13;
&#13;
Cuccuma xanthorriza Roxb (Temulawak; rimpang), Curcuma domesstica Val (Kunyit; rimpang) dan Clerodendron calamitosum L (Keji beling; daun) baru menunjukkan efek antiinflamasi masing-masing pada dosis 100 x dosis lazim manusia atau masing-masing setara dengan 480 mg/100 g bobot badan, 216 mg/100 g bobot badan dan 320 mg/100 g bobot badan. Tinospora crispa Meirs (Brotmvali; batang), Phyllantus niruri L (meniran; daun dan Carica papaya L (pepaya; akar) sampai dosis 100 x dosis lazim manusia belum menunjukkan efek antiinflamasi.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:date>1987</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4040/1/Laporan%20Penelitian%20Efek%20Antiinflamasi%20Beberapa%20Tanaman%20Obat%20Toga%20Pada%20Hewan%20Percobaan%201986-1987.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Saroni, Saroni  (1987) Laporan Penelitian Efek Antiinflamasi Beberapa Tanaman Obat Toga Pada Hewan Percobaan 1986/1987.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>