<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2024-02-01T07:11:03Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4067</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4067/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Kajian Penandaan Obat Tradisional</dc:title>
        <dc:creator>Subanu, Nurendah P.</dc:creator>
        <dc:creator>Dzulkarnain, B</dc:creator>
        <dc:creator>Wahjoedi, Bambang</dc:creator>
        <dc:creator>Widowati, Lucie</dc:creator>
        <dc:creator>Winarno, M. Wien</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Penggunaan obat tradisional berupa jamu yang terdaftar pada Departemen Kesehatan cukup luas oleh masyarakat. Informasi menge­nai penggunaan jamu yang tercantum dalam penandaan umumnya berda­sarkan pengetahuan empiris dan belum didukung oleh bukti ilmiah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian ilmiah terhadap kegunaan jamu dengan cara menilai indikasi dan membandingkannya dengan hasil penelitian terhadap setiap komponennya. Hasil kajian&#13;
berupa informasi yang dapat digunakan sebagai pedoman penilaian kegunaan jamu.&#13;
Sebagai sampel diperiksa sebanyak 213 Jamu berasal dari 9 pabrik dengan kegunaan khusus untuk wanita. Kajian berdasarkan jumlahsimplisia yang disebutkan dalam penandaan menghasilkan 6 sampel jamu yang komposisinya sudah mendukung indikasi ilmiah. Sedangkan penilaian berdasarkan jumlah indikasi ilmiah diperoleh sebanyak&#13;
36 sampel jamu yang indikasi ilmiahnya dapat didukung oleh kompo­nen simplisianya. Untuk sampel jamu yang lain masih perlu dilakukan koreksi pada komposisi atau indikasinya. agar kegunaannya lebih rasional sesuai dengan komponen simplisianya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kajian dan penilaian terse­but adalah sebagai berikut : kelengkapan komposisi jamu. terse­dianya sumber kepustakaan ilmiah untuk melengkapi data penelitian bagi setiap simplisia; serta ketepatan penterjemahan istilah awam dalam kegunaan jamu menjadi indikasi ilmiah yang dapat dibuktikan dan diukur dengan percobaan pada hewan atau uji klinis.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:date>1992</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4067/1/Laporan%20Kajian%20Penandaan%20Obat%20Tradisional.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Subanu, Nurendah P. and Dzulkarnain, B and Wahjoedi, Bambang and Widowati, Lucie and Winarno, M. Wien  (1992) Laporan Kajian Penandaan Obat Tradisional.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>