<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Kajian Penandaan Obat Tradisional</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nurendah P.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Subanu</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">B</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dzulkarnain</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wahjoedi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lucie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M. Wien</mods:namePart><mods:namePart type="family">Winarno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penggunaan obat tradisional berupa jamu yang terdaftar pada Departemen Kesehatan cukup luas oleh masyarakat. Informasi menge­nai penggunaan jamu yang tercantum dalam penandaan umumnya berda­sarkan pengetahuan empiris dan belum didukung oleh bukti ilmiah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian ilmiah terhadap kegunaan jamu dengan cara menilai indikasi dan membandingkannya dengan hasil penelitian terhadap setiap komponennya. Hasil kajian&#13;
berupa informasi yang dapat digunakan sebagai pedoman penilaian kegunaan jamu.&#13;
Sebagai sampel diperiksa sebanyak 213 Jamu berasal dari 9 pabrik dengan kegunaan khusus untuk wanita. Kajian berdasarkan jumlahsimplisia yang disebutkan dalam penandaan menghasilkan 6 sampel jamu yang komposisinya sudah mendukung indikasi ilmiah. Sedangkan penilaian berdasarkan jumlah indikasi ilmiah diperoleh sebanyak&#13;
36 sampel jamu yang indikasi ilmiahnya dapat didukung oleh kompo­nen simplisianya. Untuk sampel jamu yang lain masih perlu dilakukan koreksi pada komposisi atau indikasinya. agar kegunaannya lebih rasional sesuai dengan komponen simplisianya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kajian dan penilaian terse­but adalah sebagai berikut : kelengkapan komposisi jamu. terse­dianya sumber kepustakaan ilmiah untuk melengkapi data penelitian bagi setiap simplisia; serta ketepatan penterjemahan istilah awam dalam kegunaan jamu menjadi indikasi ilmiah yang dapat dibuktikan dan diukur dengan percobaan pada hewan atau uji klinis.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1992</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>