<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Pengeringan Tiga Bahan Tanaman Obat Yang Mengandung Minyak Atsiri</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sutjipto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sutjipto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pengeringan merupakan salah satu penanganan pasca panen yang sangat penting. Pengeringan dengan sinar matahari merupakan salah satu cara pengeringan yang praktis dan eko­nomis, namun untuk bahan-bahan yang me ngandung minyak atsiri bila dikeringkan dengan sinar matahari dapat rusak dan bahan­-bahan tersebut biasanya di keringkan dengan diangin-anginkan. Pengeringnan suatu bahan dengan jalan diangin-anginkan juga mengandung resiko karena ada bahan-bahan tertentu bila di­ keringkan dengan diangin-anginkan itu belum sampai kering sudah rusak (busuk atau ada yang menjamur).&#13;
Sehubungan dengan itu dilakukan penelitian pengeringan terhadap bahan-bahan yang mengandung minyak atsiri dengan menggunakan pengeringan secara diangin-anginkan, pengeringan dengan sinar matahari, pengeringan dengan oven suhu 30°C dan suhu 40°C. Bahan yang sudah kering diamati kadar air, kadar minyak, komponen minyak ( secara KLT) , BD, index bias dan rotasi jenisnya. Pada penelitian ini yang diteliti adalah daun Mentha piperita L., daun Ocimum sanctum L . dan akar Andropogon zizanioides (L. ) Urb .&#13;
Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa bahan-bahan yang dikeringkan dengan berbagai cara pengeringan berbeda, kadar air, kadar minyak, komponen, index bias dan rotasi jenisnya berbeda pula .&#13;
Minyak yang dihasilkan bila index bias dan rotasi jenis­nya dibandingkan dengan yang ada pada pustaka ternyata berbeda, hal tersebut kemungkina n disebabkan oleh perbedaan cara pengambilan minyak atsirinya atau mungkin disebabkan karena perbedaan tanaman wa ktu dipanen dan mungkin pula disebabkan oleh pengeringan bahan asal minyaknya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1995</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>