%K obat, antibiotika, analgetika %T Laporan Akhir Penelitian Pola Konsumsi Obat Golongan Antibiotika dan Analgetika %D 1992 %A Rini Sasanti Handayani %C Jakarta %L bkpkkemkes4091 %I Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi %X Untuk mengetahui pola kebutuhan bahan baku obat dan volume produksi obat jadi golongan antibiotika dan analgetika di Indonesia, telah dilakukan penelitian pola konsumsi obat golongan antibiotika dan analgetika tahun 1991/1992. Sebagai sampel diambil pabrik farmasi yang memproduksi bahan baku obat dan obat jadi golongan antibiotika dan analgetika dan importir/ pedagang besar farmasi yang mengimpor atau menjual bahan baku obat golongan antibiotika dan analgetika di DKI, Jabar, Jateng dan Jatim . Data yang disimpulkan adalah jumlah, jenis, harga dan asal bahan baku obat serta jumlah produksi, macamsediaan obat jadi golongan antibiotika (ampisilin, amoksisilin, kloramfenikol , t.etrasiklin ) dan analgetika (parasetamol, asam mefenamat, me t ampiron, asetosal) selama 5 tahun (1986 s/d 1990) . Pengolahan data dilakukan dengan data base III. Hasil analisa data menunjukan bahwa - Terdapat peningkatan pembelian bahan baku dan produksi obat jadi (terutama untuk sediaan sirup ) ampisilin, amoksisilin, kloramfenikol, tetrasiklin, parasetamol, asam mefenamat dan metampiron per pabrik per tahun, sedangkan pada asetosal menurun. - Indonesia sudah mengekspor beberapa macam obat jadi. - Sebagaian besar kebutuhan bahan bahan baku obat yang diteliti kecuali parasetamol masih diimpor dan harganya pun sangat bervariasi