<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Toksisitas Subkronik Daun Johar (Cassia Siamea Lamk.) Pada Hewan Percobaan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wahjoedi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masyarakat Aceh banyak menggunakan tanaman Johar (Cassia siamea Lamk.) untuk menanggulangi penyakit kuning/hepatitis. Biasanya mereka menggunakan tanaman ini setiap hari dalam jangka waktu lama .&#13;
Telah dilakukan penelitian toksisitas subkronik infus daun Johar pada tikus putih. penelitian menggunakan cara yang lazim dilakukan di Laboratorium Farmakologi Eksperimental, Puslitbang Farmasi, Badan Litbangkes. Depkes. R.I. Jakarta dengan acuan dari TRS WHO No.563; 1975.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa infus daun Johar yang diberikan pada tikus putih secara oral sampai dengan dosis 50 x Dosis Manusia, selama 4 bulan terus -menerus, tidak menimbulkan efek keracunan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1995</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat  Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>