%0 Report %9 Project Report %A Herman, Max Joseph %A Azis, Sriana %A Jamal, Sarjaini %A Supardi, Sudibyo %C Jakarta %D 1999 %F bkpkkemkes:4117 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K obat, puskesmas %T Laporan Penelitian Hubungan Penggunaan Laporan Pemakaian Lembar Permintaan Obat Dengan Kecukupan dan Kerasionalan Penggunaan Obat di Puskesmas %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4117/ %X Telah dilakukan penelitian Hubungan Penggunaan Laporan Pemakaian-Lembar Permintaan Obat dengan Kecukupan dan Kerasionalan Penggunaan obat di Puskesmas untuk mencari pengaruh penerapan LP-LPO terhadap kerasionalan penggunaan obat di Puskesmas dalam hubungannya dengan kecukupan obat. Sampel diambil secara purposif dari 4 kabupaten yang pernah dan belum pernah melakukan uji coba, menerima pelatihan serta evaluasi penggunaan LP-LPO dalam rangka PPSDK Bidang Farmasi masing-masing 10 Puskesmas. Data yang diambil adalah penggunaan LP-LPO, kecukupan obat serta kerasionalan penggunaan obat dari data tahun 1997/1998. Pengumpumpilan data dilakukan melalui kunjungan ke Puskesmas untuk transkrip data sekunder dan observasi. Responden wawancara adalah kepala Puskesmas dan/atau pengelola obat. Data diolah dengan komputer menggunakan program D base III +. Analisis data dilakukan secara deskriptif, uji Chi-square serta uji regrest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penyusunan rencana kebutuhan obat Puskesmas 52,5% "baik" berdasarkan data yang digunakan, metoda penyusunan rencana kebutuhan obat Puskesmas 62,5% "baik" berdasarkan metoda yang digunakan dan perioda penyusunan rencana kebutuhan obat Puskesmas 40,0% yang "baik" berdasarkan waktu pelaksanaannya. 2. Sumber data penyusunan rencana kebutuhan obat berdasarkan sumber yang dirujuk, pencatatan obat berdasarkan sarana pencatatan, pelaporan obat berdasarkan sarana dan waktu pelaporan, serta ketepatan jadwal perencanaan Puskesmas berdasarkan kesesuaian dengan jadwal Gudang Farmasi Kabupaten relatif hampir semua "baik" (1.k. 80%). 3. Di ke-4 kabupaten, sebagian besar Puskesmas memiliki kesesuaian antara jumlah permintaan dan penerimaan obatnya "cukup". 4. Kerasionalan penggunaan obat di ke-4 kabupaten masih sangat rendah, yaitu hanya 5% Puskesmas yang "baik" dan sebagian besar ketidak-rasionalan tersebut berupa peresepan berlebih dan/atau peresepan kurang. 5. Ada hubungan yang secara statistik bermakna antara uji coba penggunaan LP-LPO dengan penggunaan LP-LPO dalam hal perioda penyusunan rencana kebutuhan obat, pelaporan obat dan sumber data penyusunan rencana kebutuhan obat. 6. Ada hubungan antara penggunaan LP-LPO dengan kecukupan obat yang secara statistik bermakna dalam hal pelaporan obat, penyusunan dan perioda penyusunan rencana kebuhan obat, dengan besar pengaruh 29,5% 7. Tidak ada hubungan yang secara statistik bermakna antara kecukupan obat dengan kerasionalan penggunaan obat.