<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Terapi OAT II Pada Penderita TB terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yang resisten dalam Program Pemeberantasan Tuberkulosa Paru</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sukasediati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Retno</mods:namePart><mods:namePart type="family">Gitawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Asri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sulistijowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yuning Prapti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Endang</mods:namePart><mods:namePart type="family">ER</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tjandra Yoga</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aditama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Robert</mods:namePart><mods:namePart type="family">Utji</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah  dilakukan  studi  eksploratif  prospektif,  untuk  mengungkapkan  pola sensitifitas/resistensi  Mycobacterium tuberculosis  (M.tb)  dan  keefektifan  Obat Anti &#13;
Tuberkulosis (OAT)  yang tersedia  pada penderita TB-paru.  Studi dilakukan dengan mengikuti penderita TB-paru  sejak  awal  sampai  dengan  akhir terapi  dan  disertai &#13;
penegasan status resistensi pada wal terapi, di 10 puskesmas DKI.· Sebagai subyek dalam penelitian ini  adalah penderita TB-paru yang datang ke &#13;
puskesmas (temuan kasus pasif) yang memenuhi kriteria studi. Kasus TB-paru tersebut dibedakan atas kasus baru (belum pemah makan OAT) serta kasus gagal/kambuh (pernah makan OAT &gt; 1 bulan). Pada kasus gagal dan kambuh, diberikan paket OAT kategori II.  Uji sensitifitas/resistensi M.tb terhadap kedua kelompok kasus dilakukan pada pra-terapi,  selama terapi, dan dikaitkan dengan outcome (luaran) sesudah terapi. Dari Maret sampai  dengan Desember 1997, tercakup  diperoleh 330 penderita Tb-paru. Dari jumlah tersebut, &#13;
226  memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian, lebih dari 50%  berusia antara 26-55 tahun, p~sitivity rate di 10 puskesmas sebesar 16,8%&#13;
Hasil eksplorasi pada 1O puskesmas DKI diungkapkan bahwa kejadian resistensi sebesar 19,9%, resistensi primer sebesar 15,2% dan kasus resistensi sekunder sebesar 4,7%. Sedangkan resistensi tunggal sebesar 12,6%, dan resisten terhadap lebih  dari 1 OAT sebesar 7,3%, Angka  resisten  terhadap  INH  sebesar 7,8% sebagai resistensi tunggal, Angka ini  menjadi 14, 1 % jika dihitung terhasJap  resisten yang lebih dari 1 OAT. Dari keseluruhan  subyek,  sejumlah  134 (59,3%)  mengalami konversi  setelah tahap pengobatan intensif,  160 (70,8%) subyek yang dinyatakan selesai pengobatan  dan 54 &#13;
(23,9%) drop out. Subyek  yang resisten  sebanyak 38 kasus,  sejumlah 18 (47,4%) mengalami  konversi  setelah  tahap  pengobatan  intensif  dan  24  subyek  (63,2) menyelesaikan pengobatan. Dari studi ini  juga  diperoleh informasi  tambahan  adanya ketidaksepakatan kinerja pengujian BTA di laboratorium puskesmas dengan laboratorium rujukan  (RS  Persahabatan).  Dengan uji Chi square keefektifan OAT tidak  berbeda bermakna secara statistik pada kelompok subyek yang  masih sensitif dan resisten terhadap OAT.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 500-590 Virus Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1998</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>