<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2026-01-23T02:38:34Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4145</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4145/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Pengaruh Defisiensi Selenium Terhadap Penyerapan Iodium Pada Penderita Gondok Di Daerah Kabupaten Magelang</dc:title>
        <dc:creator>Iljas, Jasmaini</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Pengaruh defisiensi selenium terhadap reaksi biologis tubuh sudah banyak dilaporkan antara lain &#13;
gangguan pada:  1.  Fungsi  hormon tiroid,  2.  Immunitas,  3.  Kelenjar prostat,  4.  pangkreas, 5. &#13;
Kardiomiopati, 6.  Kardiovaskuler,  7.  Immunitas  partikuler seluler,  8.  pembentukan sperma,  9. &#13;
timbulnya platelet agregasi, 10, timbulnya kanker di beberapa bagian tubuh. Oleh karen itu selenium &#13;
adalah elemen runut (trace elemen ) yang esensia1 dengan nilai RDA 200 ppm.&#13;
Selenium merupakan prekursor pembentukan enzim iodotironin 5' deiodinase ( ID ), bila  terjadi &#13;
defisiensi selenium menyebabkan terhambatnya pembentukan ID-tipe I,II, dan III.  Kelenjar tiroid gagal berfungsi hila proses deiodinasi dari T 4 menjadi T 3  tidak berjalan normal akibat kekurangan ID.  Pad a jaringan  a tau peri fer defisiensi selenium menyebabkan produksi T3 terganggu, akibatnya proses deiodinasi yang dikatalisis oleh  enzim ID-tipe I  akan terhambat,  sehingga menimbulkan gejala hypothyroidsm.  Jadi iodotironin- 5' deiodinase yang juga adalah selenoenzim  bertanggung jawab terhadap clearence  T3 dalam darah ,  yang dapat menghambat perubahan  T4  menjadi T3. Defisiensi selenium ini juga mempengaruhi gambaran klinis tubuh menjadi defisiensi iodium.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita gondok mengalami defisiensi selenium. Kandungan selenium dalam darah anak sekolah di  4 kecamatan di daerah gondok endemik di  Kabupaten  Magelang rata-rata sebesar  8,4 ± 0,5 ppm. Sejalan dengan ini  ekskresi iodium ke dalam urin 24 jam &#13;
pada subyek yang sama rata-rata sebesar 148, 2 ± 8,9 ppm.  Jumlah iodium yang dapat diserap oleh tubuh penderita gondok rata-rata 2,2 %&#13;
Sesuai dengan hasil penelitian ini disarankan agar penelitian defisiensi selenium ini dilanjutkan, yaitu &#13;
yang perlu ditindaklanjuti adalah dampak defisiensi selenium  terhadap faal  yang lain  seperti di  Kecamatan Sawangan dan Salaman. Disamping itu juga perlu dibuatkan data dasar ( base line  ) untuk penderita gondok, untuk dapat menentukan kebijaksanaan baru dalam upaya penanggulangan GAKI agar dapat memberikan hasil yang diharapkan.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:date>1999</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4145/1/Laporan%20Pengaruh%20Defisiensi%20Selenium%20Terhadap%20Penyerapan%20Iodium%20Pada%20Penderita%20Gondok%20Di%20Daerah%20Kabupaten%20Magelang.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Iljas, Jasmaini  (1999) Laporan Pengaruh Defisiensi Selenium Terhadap Penyerapan Iodium Pada Penderita Gondok Di Daerah Kabupaten Magelang.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>