<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-10-14T01:51:34Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4151</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4151/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Penelitian Pembuatan Bibit Meremia mamosa Hall. F. Melalui Kultur Jaringan</dc:title>
        <dc:creator>Jokopriyambodo, Wahyu</dc:creator>
        <dc:creator>Widiyastuti, Yuli</dc:creator>
        <dc:creator>Katno, Katno</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Salah satu  tanaman  obat yang belum dibudidayakan secara intensif adalah  Meremia mammosa Hali.F. Padahal industri obat tradisional banyak yang menggtmakan  simplisia dari tanaman ini sebagai bahm1 baktmya (Zuhud, 1991). Bagian yang digunakan adalah umbinya, sehingga untuk mendapatkan simplisianya hams dengan mencabut atau  membongknr tanarnannya (Anonim, 1986). Disamping itu tnnarnan ini keberadaanya telah  dinyatakan langka dengan status kelangkaan janmg (Rifai, 1992) dan menempati urutan  kelangkaan yang ke 23 (Zuhud, 1991). &#13;
Kebutuhan simplisiantya mencapai 1,6 ton/talnm pada talrun  1995. Pemenuhan  simplisia tersebut masih dilakukan dengan pemanenan dari alam, sehingga mengancam  kelestarian tanaman  tersebut  Sedangkan usaha budidayanya belum dilakukan secara &#13;
intensi£  Untuk mengantisipasi pmnasalahan tersebut  dilakukan uasaha penyelamatan  dengan dimulai dari pengadaan bibitnya melalui kultur jaringan.&#13;
Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa eksplan (mnbi) dari Meremia mamosa  Hall. F menghasilkan kalus dan akar deogan penambahan IAA dan BAP/kinetin pada medianya</dc:description>
        <dc:publisher>Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu</dc:publisher>
        <dc:date>1999</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4151/1/Laporan%20Pembuatan%20Bibit%20Meremia%20mamosa%20Hall.F.%20Melalui%20Kultur%20Jaringan.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Jokopriyambodo, Wahyu and Widiyastuti, Yuli and Katno, Katno  (1999) Laporan Penelitian Pembuatan Bibit Meremia mamosa Hall. F. Melalui Kultur Jaringan.  Project Report. Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu, Jawa Tengah.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>