TY - UNPB ID - bkpkkemkes4151 UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4151/ A1 - Jokopriyambodo, Wahyu A1 - Widiyastuti, Yuli A1 - Katno, Katno CY - Jawa Tengah AV - restricted M1 - project_report EP - 6 TI - Laporan Penelitian Pembuatan Bibit Meremia mamosa Hall. F. Melalui Kultur Jaringan KW - Bibit Meremia mamosa Hall. F. N1 - Unpublished PB - Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu Y1 - 1999/// N2 - Salah satu tanaman obat yang belum dibudidayakan secara intensif adalah Meremia mammosa Hali.F. Padahal industri obat tradisional banyak yang menggtmakan simplisia dari tanaman ini sebagai bahm1 baktmya (Zuhud, 1991). Bagian yang digunakan adalah umbinya, sehingga untuk mendapatkan simplisianya hams dengan mencabut atau membongknr tanarnannya (Anonim, 1986). Disamping itu tnnarnan ini keberadaanya telah dinyatakan langka dengan status kelangkaan janmg (Rifai, 1992) dan menempati urutan kelangkaan yang ke 23 (Zuhud, 1991). Kebutuhan simplisiantya mencapai 1,6 ton/talnm pada talrun 1995. Pemenuhan simplisia tersebut masih dilakukan dengan pemanenan dari alam, sehingga mengancam kelestarian tanaman tersebut Sedangkan usaha budidayanya belum dilakukan secara intensi£ Untuk mengantisipasi pmnasalahan tersebut dilakukan uasaha penyelamatan dengan dimulai dari pengadaan bibitnya melalui kultur jaringan. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa eksplan (mnbi) dari Meremia mamosa Hall. F menghasilkan kalus dan akar deogan penambahan IAA dan BAP/kinetin pada medianya ER -