<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-10-14T06:32:03Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4153</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4153/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Penelitian Budidaya Boesenbergia Pandurata Roxb. (Temu Kunci)</dc:title>
        <dc:creator>Dewi, Yuni Kusomo</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Kecenderungan masyarakat untuk menggtmakan obat tradisional  dari wak1u ke waktu semakin meningkat, keadaan ini didorong dengan semakin meningkatnya harga-harga obat paten ataupun obat-obatan yang mengandung bahan kimia, sehingga penggunaan obat tradisional merupakan jalan alternatif untuk kembali ke pengobatan tradisional (back to nature). &#13;
Boesenbergia pandurata Roxb. (temu kunei) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dimanfaatkan secara luas sebagai obat tradisional, antara lain digunakan untuk obat &#13;
memperkuat lambung, bumbu sayur, obat batuk dan juga untuk mengobati sariawan. &#13;
Agar tujuan  pemanfaatan Boesenbergia pandurata Roxb. (temu  kunei) sebagai obat tradisional berdaya guna dan berhasil guna, maka haruslah merniliki kualitas yang jelas dan &#13;
baik. Untuk mencapai hal demikian, upaya yang sudah harus dilaksanakan adalah mulai dari pengadaan bahannya (rimpang), yang dimulai dari langkah budidaya. &#13;
Untuk itu dilakukan penelitian budidaya Boesenbergia pandurata Roxb. (temu kunci) dengan pengaruh dua faktor,  yaitu faktor jarak  tanam  dan dosis pupuk NPK yang &#13;
bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak  tanam  dan dosis pupuk NPK memperlihatkan perbedaan yang sangat nyata terhadap  tinggi  tanaman,  berat rimpang &#13;
basah, berat rimpang kering dan kadar ekstrak total. Tanaman yang tertinggi diperoleh pada perlakuan TlP2 yaitu jarak tanam 30x30 em, dosis pupuk NPK 2,5 g/tanaman, sedangkan &#13;
yang terendah T3P4 yaitu jarak tanam 30x50 cm dengan dosis pupuk NPK 7,5 g/tanaman. Demikian juga untuk berat rimpang basah dan berat rimpang kering terbanyak diperoleh &#13;
pada perlakuan T1P2 dan terendah pada perlakuan T3P4. Sedangkan untuk kadar ekstrak total adalah  yang tertinggi T2Pldengan kadar 26,11% dan terendah T3P3 dengan kadar &#13;
21,26%.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</dc:publisher>
        <dc:date>1999</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4153/1/Laporan%20Penelitian%20Budidaya%20Boesenbergia%20Pandurata%20Roxb%20%28Temu%20Kunci%29.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Dewi, Yuni Kusomo  (1999) Laporan Penelitian Budidaya Boesenbergia Pandurata Roxb. (Temu Kunci).  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>