%I Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi %X Kayu secang (Caesalpinia sappan L) dari beberapa hasil penelitian dapat dipakai sebagai bahan kontrasepsi pria dengan sasaran menghambat spermatogenesis dan sistem hormon, tidak memeperlihatkan efek toksik berdasarkan hasil penelitian toksisitas akut pada mencit dan toksisitas sub kronis pada tikus putih. Untuk memperkuat basil penelitian tersebut telah dilakukan " Uji Toksisitas Sub Kronik pada Hewan Non Rodent, Toksisitas reproduksi, Uji mutagenik dan Pengembangan Sediaan. Uji Toksisitas sub kronik, toksisitas reproduksi dan mutagenik menggunakan metode WHO (1993), PPOM (1991), "AMES" (1975. Pengembangan sediaan menggunakan metode Ansel (1989) dan Collet (1990). Pada pengukuran bobot badan, pemberian ekstrak kayu secang dosis 87 5 mg/ ek. Selama 3 bulan terlihat adanya kenaikan bobot badan yang signifikan (p=0,05). Hasil pemeriksaan hematologi darah dan biokimia darah, pemberian ekstrak kayu secang selama 3 bulan secara oral rata- rata kadar Hb 14,7 ± 0,64 (akuades= 13,7 ± 1,8);jumlah sel darah merah= 6,9 x 10 pangkat 4 ± 1,7 ( akuades= 6,7 x 10 pangkat 4 ± 1,2); jumlah sel darah putih= 11 ,5 x 10 pangkat 3 ± 1,9 (akuades= 8,9 x 10 pangkat 3 ± 2,6); kadar ureum (mg/ dl)= 11,85 ± 3 (akuades= 17,77 ± 3,5); kadar kreatinin (mg/ dl)= 0,41 ± 0,09 (akuades= 0,6 ± 0,1); SGOT (Jlg/ lt)= 39,86 ± 2,0 (akuades 35,46 ± 6,9); SGPT (Jlg/ lt)= 24,6 ± 3,2 (akuades= 31 ± 7 ,7). Hasil tersebut memberikan gambaran adanya perbedaan untuk jumlah sel darah merah dan sel darah putih, tapi perbedaannya tidak bermakna (p>0,05). Hasil uji toksisitas reproduksi tidak memperlihatkan efek toksik pada kehamilan, fetus hasil perkawinannya, perkembangan jaringan lunak. Tidak menunjukkan aktifitas mutagenik yang dapat menyebabkan tetjadinya mutasi gen pada bakteri Salmonella typhimurium galur TA 98; TA 100; TA 1535; TA 1537 dan WP2uvr. Kesimpulan ekstrak Kayu secang (Caesalpinia sappan L) tidak memperlihatkan efek toksik berdasarkan uji toksisitas reproduksi dengan hewan coba tikus putih, uji mutagenik. Berdasarkan uji toksisitas sub kronik pada Macaca fascicularis L, jumlah sel darah merah menurun dan sel darah putih mengalami kenaikan. Hasil histologi pemberian ekstrak kayu secang dosis 875 mg/ ek. selama 3 bulan tidak memperlihatkan adanya kelainan untuk organ hati, ginjal, limpa. %L bkpkkemkes4165 %C Jakarta %K kayu secang (Caesalpinia sappan L.), Fitofarmaka Antifertilitas %D 2000 %T Laporan Penelitian Pengembangan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) Sebagai Fitofarmaka Antifertilitas %A Yun Astuti Nugroho %A Oentoeng Soeradi %A Ning Hendarti %A Ali Chozin