<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Profil Minyak Atsiri Herba Tanaman Artemisia Vulgaris L. Hasil Budidaya Pada 3 Ketinggian Tempat Tumbuh Yang Berbeda</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sutjipto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sutjipto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Katno</mods:namePart><mods:namePart type="family">Katno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sugeng</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sudiarso</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Artemisia vulgaris L. (suku Asteraceae) merupakan tanaman yang tingginya antara 0,3 - 2 meter, tersebar di Jawa pada ketinggian 250 - 3.000 m dpl. Herba tanaman tersebut merupakan salah satu simplisia yang digunakan di dalam negeri clan parameterparameter simplisianya telah tertera pada buku Materia Medika Indonesia; namun profil minyak atsirinya belum diungkapkan.&#13;
Dalam rangka untuk mengungkapkan tentang profil minyak alsiri herba tanaman Artemisia vulgaris L. hasil budidaya pada 3 ketinggian tempat yang berbeda dengan menanam tanaman tersebut pada ketinggian 700 m dpl., 1.200 m dpl. dan 1.700 m dpl. dengan perlakuan budidaya secara umum, denga.n jarak tanam 30 cm x 30 cm, dipupuk TSP 7,5 gram/tanaman dan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. &#13;
Setelah tanaman menjelang berbunga tanaman dipanen dan hasil panen dikeringkan dan minyaknya didestilasi. Terhadap minyaknya dialialisa secara KLT dan Gas kromatografi, ditetapkan BO, Index bias dan Rotasi jenisnya.&#13;
Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: &#13;
A. Analisa KLT dan Gas kromatografi. &#13;
a). Dengan analisa KLT ternyata  bercak yang terdeteksi  pada minyak atsiri  yang berasal dari 3 ketinggian tcmpat tumbuh tidak sama, minyak simplisia yang berasal dari simplisia dari ta1iaman yang ditanam pada ketinggian 700 m dpl. dan 1.200 m dpl. terdeteksi 10 bercak, sedangkan yang dari yang dari ketinggian I .700 m dpl. &#13;
terdeteksi 11 bcrcak. &#13;
b). Oengan analisa Gas kromatografi pig yang terdeteksi juga tidak sama. Pig minyak atsiri simplisia dari tanaman  yang dibudidayakan pada ketinggian 700 m dpl. terdeteksi  20 pig,  pada ketinggian 1.200 m dpl.  terdeteksi  17  pig dan pada &#13;
ketinggian 1.700 m dpl. terdeteksi 21 pig. &#13;
B. BO, Index bias dan Rotasi jenis.&#13;
Berat jenis minyak atsiri, Index bias dan Rotasi jenis dari simplisia (herba) Artemisia vulgaris L.  hasil  budidaya ternyata  tidak  sama.  Makin tinggi  tempat pembudidayaan BO minyak atsirinya makin kecil yakni BO berkisar 0,94 l 7 sampai dengan 0,9248. Demikian juga Index bias berkisar 1 ,479 sampai dengan 1,471.&#13;
Adapun Rotasi jenis ternyata semakin tinggi  tempat pembudidayaan tanaman, &#13;
minyak atsiri yang dihasilkan mempunyai Rotasi jenis makin tinggi; Rotasi jenis &#13;
berkisar 23,005 sampai dengan 45,035. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri simplisia Arfemisia vulgaris L. dari tanaman yang dibudidayakan pada ketinggian yang berbeda profilnya juga berbeda.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2000</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>