<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Akhir Penelitian Pengembangan Manfaat Daun Sembung (Blumea balsamifera L.) Menjadi Ekstrak Tumbuhan Obat Untuk Mengatasi Keluhan Menopause</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wahjoedi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Banyak tanaman obat mengandung hormon fitoestrogen yang mempunyai fungsi serupa estrogen. Salah satu tanaman tersebut adalah sembung (Blumea balsamifera L.). Sebagaimana diketahui hormon estrogen dapat digunakan untuk mengobati atau mengatasi keluhan gejala menopause.&#13;
Telah dilakukan penelitian ekstrak etanol daun sembung terhadap toksisitas akut menurut cara Wei/, CS, karakterisasi simplisia menurut cara Materia Medika Indonesia (Depkes) dan ekstrak menurut cara Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat (Depkes) serta penelitian estrogenik pada tikus percobaan menurut cara Farnworth. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembung termasuk bahan yang tidak toksik, karakter simplisia maupun ekstrak dapat digunakan sebagai bahan&#13;
acuan standarisasi sedang ekst1ak etanol daun sembung pada dosis 30 mg/100 g berat badan mempunyai efek estrogenik lebih besar dibandingkan dengan bahan pembanding&#13;
dietilstilbesterol 0,003 mg/100 g berat badan tikus percobaan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2003</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat  Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>