<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-07-29T01:18:04Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4219</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4219/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Akhir Penelitian Rutin Deteksi Status Kerentanan Insektisida Organofosfat (Temephos) Secara Biokmia, Pada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti</dc:title>
        <dc:creator>Ristiyanto, Ristiyanto</dc:creator>
        <dc:creator>Widiarti, Widiarti</dc:creator>
        <dc:creator>Boewono, Damar Tri</dc:creator>
        <dc:subject>QX 500-675 Insects. Other Parasites</dc:subject>
        <dc:subject>WC 500-590 Virus Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Deteksi status kerentanan Aedes aegypti secara biokimia terhadap insektisida organofosfat (temephos) bertujuan untuk mengetahui adanya penurunan kerentanan dan&#13;
hubungan antara penurunan kerentanan dengan lama dan frekuensi penggunaan insektisida temephos. Studi ini dilakukan di Desa Lodoyong dan Desa Rengas, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang serta Desa Danyang dan Desa Geyer, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada bulan Maret-Desember 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi  Ae. Aegypti Desa Lodoyong 2,08% resisten, 22,9% toleran melalui peningkatan enzim esterase non spesiftk. Sedangkan Desa Rengas I 00% masih peka. Populasi A e. aegypti dari Desa Danyang dan Desa Geyer, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan 2,08% resisten. Populasi Ae. Aegypti dari Desa Danyang I4,58% toleran dan dari Desa Geyer I 0,42% toleran. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin lama dan tingginya frekuensi penggunaan temephos, ada kecenderungan persentase nyamuk Ae. aegypti yang resisten juga tinggi.</dc:description>
        <dc:publisher>Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit</dc:publisher>
        <dc:date>2003</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4219/1/Laporan%20Akhir%20Penelitian%20Rutin%20Deteksi%20Status%20Kerentanan%20Insektisida%20Organofosfat%20%28Temephos%29%20Secara%20Biokimia%2C%20Pada%20Jentik%20Naymuk%20%20Aedes%20Aegypti.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Ristiyanto, Ristiyanto and Widiarti, Widiarti and Boewono, Damar Tri  (2003) Laporan Akhir Penelitian Rutin Deteksi Status Kerentanan Insektisida Organofosfat (Temephos) Secara Biokmia, Pada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti.  Project Report. Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit, Salatiga.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>